Ada Master Plan Pembangunan Monumen Pancasila di Tengah Alun-alun, Diprotes Tokoh Masyarakat Magetan

Ada Master Plan Pembangunan Monumen Pancasila di Tengah Alun-alun, Diprotes Tokoh Masyarakat Magetan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gambar master plan pembangunan monumen Pancasila di tengah alun alun, dari pinggir alun alun tempat awal berdiririnya monumen Pancasila, Magetan. 

Ada Master Plan Pembangunan Monumen Pancasila di Tengah Alun-alun, Diprotes Tokoh Masyarakat Magetan

TRIBUNMAGETAN.COM, MAGETAN - Belum lagi reda Monumen Pancasila di pinggir alun alun, Magetan diselubungi kain hitam pekat yang banyak diartikan negatif, saat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 kemarin.

Mendadak beredar gambar master plan pembangunan Monumen Pancasila di tengah alun-alun, Magetan, tepat dibawah pohon ringin tua yang konon sudah disetujui Bupati Magetan Suprawoto.

Tokoh Masyarakat Pertanyakan Monumen Pancasila Magetan Ditutup Kain Hitam, Kayak Lambang Duka

Gelar Parade 1000 Tumpeng di Wisata Genilangit, Magetan Bangun Desa Dengan Wisata dan Budaya

Air Telaga Pasir Sarangan Magetan Surut, Perahu Terparkir Jauh dari Bibir Telaga

Karuan saja langsung ditanggapi Atma Emanuel, tokoh masyarakat Magetan pencetus pembangunan monumen Pancasila Sakti yang berhadapan dengan patung setengah badan pahlawan nasional Gubernur Suryo.

"Saya minta dibangun monumen Pancasila Sakti dipinggir alun alun Magetan tepatnya di sebelah Barat Laut (antara Barat dan Utara), bersebelahan dengan patung Gubernur Suryo itu tujuannya agar warga dan anak anak sekolah bisa menghafal, memahami, dan meresapi butir butir Pancasila itu,"kata Atma Emanuel di Balai Jurnalis Magetan Raya, Rabu (2/10).

Dikatakan Atma, kalau monumen Pancasila itu kemudian dibongkar dan dimasukan tengah alun alun, dibawah pohon beringin.

Tentunya warga masyarakat Magetan yang tingkat pendidikannya masih banyak berpendidikan dasar, tidak lagi bisa menghafal butir butir Pancasila itu sambil lalu.

"Meski tidak sesuai ekspektasi saya, kurang besar. Pancasila dibangun dipinggir Proliman alaun alun itu agar warga masyarakat paham Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Kalau monumen Pancasila Sakti di pindah ke tengah alun alun, gimana warga masyarakat awam bisa paham. Ini karena tingkat pendidikan warga Magetan belum merata,"kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) "Kresna" ini.

Menurut Atma Emanuel, sebelum monumen dibangun ditengah alun alun, dia akan mengajak tokoh masyarakat (tomas) Magetan menghadap Bupati untuk mengurungkan pembangunan monumen Pancasila di tengah alun alun itu.

"Sah, kalau saya mengartikan monumen Pancasila Sakti itu dipindah ke tengah alun alun agar masyarakat tidak bisa lagi melihat dasar negara Republik Indonesia. Jangan sampai berita burung yang berseliweran di warga masyarakat itu benar,"kata Atma Emanuel.

Dandim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy membenarkan monumen Pancasila Sakti itu akan dibangun ditengah alun alun Magetan, untuk sementara monumen yang ditutup kain hitam itu akan diperbaiki.

"Hasil koordinasi anggota kita ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Magetan, monumen yang lama itu peninggalan Dinas Lingkungan Hidup, tahun 2020 mendatang monumen itu akan dibangun di tengah alun alun menghadap pendopo Kabupaten Surya Graha Magetan dan sudah disetujui bupati,"kata Dandim Chotman Jumei.

Sementara selubung hitam yang menutupi butir butir Pancasila Sakti itu bukan lambang duka, hanya menyesuikan dengan warna tembok monumen.

"Sesuai kata Kepala Perkim Pak Mujiono, kain hitam itu bukan lambang duka, hanya menyesuaikan. Kami juga minta perbaikan monumen Pancasila Sakti bisa dipercepat. Dan Perkim menyanggupi sepekan ini mulai dikerjakan,"pungkas Letkol Inf Chotman.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved