Semburan Lumpur Campur Minyak di Gresik Sudah Mampet, Tim Bakorwil & ESDM Jatim Lihat ke Lokasi

Semburan Lumpur Campur Minyak di Gresik Sudah Mampet, Tim Bakorwil & ESDM Jatim Lihat ke Lokasi.

Semburan Lumpur Campur Minyak di Gresik Sudah Mampet, Tim Bakorwil & ESDM Jatim Lihat ke Lokasi
SURYA/SUGIYONO
Semburan lumpur bercampur minyak di Jl Mayjend Sungkono Kecamatan Kebomas mampet dan tinggal lumpur yang mulai mengeras, Rabu (2/10/2019) 

Semburan Lumpur Campur Minyak di Gresik Sudah Mampet, Tim Bakorwil & ESDM Jatim Lihat ke Lokasi

TRIBUNGRESIK.COM, KEBOMAS - Tim Bakorwil II Pemprov Jatim serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, meninjau lokasi semburan lumpur bercampur minyak yang sudah berhenti di Jl Mayjend Sungkono Desa Sekarkurung Kecamatan Kebomas, Gresik.

Tim Bakorwil II Pemprov Jatim bersama Tim Dinas ESDM Jatim melihat lokasi semburan lumpur bercampur minyak yang sudah mampet sejak sepekan kemarin.

Pemkot Surabaya Bakal Kerahkan Alat Georadar Buat Deteksi Titik Semburan Lumpur di Kutisari

Cairan Lumpur Mengandung Minyak Belum Surut, Petugas BPB Linmas Surabaya Stand By di Lokasi

Semburan Lumpur Sumur Minyak di Gresik Makin Meluber, Warga Was-was Ada Orang Iseng Nyalakan Korek

Di lokasi tersebut, hanya terlihat endapan lumpur bekas semburan gas campur minyak mentah. Dan adanya kolam-kolam penampungan sementara saat sumur minyak peninggalan Belanda masih menyemburkan lumpur bercampur minyak.

Kolam-kolam tersebut juga sudah asat, sebab endapan minyak dan lumpur dipindahkan ke lokasi pengeboran minyak di Lengowangi 2, yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi semburan minyak.

Dari kunjungan tim Barkorwil Dua dan Dinas ESDM Provinsi Jatim, akan menindaklanjuti pasca berhentinya semburan lumpur bercampur minyak tersebut.

"Dari kunjungan ini akan saya laporkan ke Pimpinan. Nanti hasilnya akan diputuskan oleh pimpinan. Saya hanya memeriksa kondisinya saat ini," kata Ramses, bagian Sarana Prasarana Wilayah Bakorwil dua Provinsi Jatim, Rabu (2/10/2019).

Sementara, Hermawan, petugas fungsional bidang analis potensi tanah, ESDM Provinsi Jatim mengatakan, dari mampetnya semburan lumpur bercampur minyak diharapkan akan ada tindakan dari dari Pertamina.

"Kami harapkan ada tindakan dari Pertamina. Kita ingin untuk ditutup," kata Hermawan.

Diketahui, sejak awal munculnya semburan lumpur bercampur minyak di lahan kosong Jl Mayjend Sungkono Kecamatan Kebomas pada Kamis (19/9/2019). Ternyata, setelah hampir 14 hari, semburan lumpur bercampur minyak sudah mampet.

Dari mampetnya semburan lumpur bercampur minyak tersebut, pemilik lahan meminta ada kejelasan dari Pertamina yang sudah mengambil lumpur bercampur minyak. Dan keamanan lahan bekas sumur minyak peninggalan Belanda agar tidak menyembur lagi.

"Kita maunya ada kejelasan keamanan, sehingga kalau nanti dibangun tidak timbul semburan minyak lagi," kata Agus Salim, kelaurga pemilik tanah

Penulis: Sugiyono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved