Kades Ngantru Tulungagung Bantah Ada Markup Proyek Pengurukan Lapangan Desa

-Satreskrim Polres Tulungagung tengah mengumpulkan bahan keterangan(Pulbaket),terkait aduan dugaan korupsi pengurukkan lapangan Desa/Kecamatan Ngantru

Kades Ngantru Tulungagung Bantah Ada Markup Proyek Pengurukan Lapangan Desa
david yohanes/surya
Kades Ngantru, Kecamatan Ngantru, Suryani. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung tengah mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket), terkait aduan dugaan korupsi pengurukkan lapangan Desa/Kecamatan Ngantru.

Kepala Desa Ngantru, Suryani akhirnya memberikan bantahan terkait aduan tersebut.

Menurutnya, proyek pengurukan lapangan desa itu sudah diawali dengan musyawarah.

Seperti ketentuan, proyek dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

"Kades tidak bisa masuk ke dalamnya, tidak bisa intervensi," ujar Suryani kepada Tribunjatim.com, Jumat (4/10/2019).

Karena proyek ini padat karya tunai, maka proyek ini tidak boleh menggunakan alat berat.

Proses menaikkan tanah uruk hingga pemerataan dilakukan semua dengan tenaga manusia.

Suryani juga menegaskan, harga tanah uruk per rit hanya Rp 190.000 lebih sedikit, tidak sampai Rp 200.000.

Bukan Rp 290.000 per rit seperti dalam aduan yang masuk ke polisi.

"Semua data ada pada TPK. Tidak benar kalau sampau Rp 290.000 per rit," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved