Komplotan Dukun Pengganda Upal di Lamongan Dibekuk Polisi, Amankan Rp 304 Juta dan Emas Palsu

warga yang melihat banyaknya orang keluar masuk di sebuah satu rumah di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Tim Jaka Tingkir Resmob Polres Lamongan Jatim

Komplotan Dukun Pengganda Upal di Lamongan Dibekuk Polisi, Amankan Rp 304 Juta dan Emas Palsu
surya/Hanif Manshuri
Enam para tersangka, uang palsu Rp 304 juta, dan 8 batang uang palsu, Jumat (4/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Bermula dari kecurigaan warga yang melihat banyaknya orang keluar masuk di sebuah satu rumah di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Tim Jaka Tingkir Resmob Polres Lamongan Jawa Timur berhasil membongkar kebenaran peredaran uang dan emas palsu.

Sebanyak Rp 304 juta uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, 8 batang emas palsu berhasil diamankan di rumah Awinoto.

Ada juga barang bukti 1 buah tas rangsel warna merah, 1 kardus carton, 1 lembar kain warna putih, dan 1 lembar kain warna merah.

Sementara 6 tersangka yang terlibat dalam penipuan dengan modus penggandaan uang ini juga berhasil diamankan.

"Diantara mereka ini adalah pelaku sindikan penggandaan uang dengan berpura - pura praktik sebagai dukun," kata sumber Surya.co.id, Jumat (4/10/2019).

Enam orang tersangka ini mempunyai peran masing - masing, diantaranya sebagai penyedia uang palsu, mencari calon korban, dan sebagai paranormal.

Kepergok Menuntun Kabur Sepeda Motor Orang Lain, Pria Mojokerto Jadi Tahannan Polsek Krian

UPDATE Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Welirang, Petugas Sulit Padamkan Api, Lokasi Cukup Tinggi

Kabar Lina Mantan Istri Sule Pasca 1 Tahun Cerai, Masih Laku di YouTube? Terbaru Pamer Video Bayi

Untuk menjalankan praktik 'perdukunannya', para pelaku ini mengontrak rumah Awinoto.

Sekitar dua bulan berlangsung, para tersangka menjalankan praktik penipuan sebagai dukun yang mampu menggandakan uang.
Uang asli ditukar dengan uang palsu setelah para korban mengikuti petunjuk ritual yang diberikan dukun dan dilaksanakan dalam kamar itu.

Tersangka Heri Susanto (58) asal Dusun Gudangwaringin Desa Dumber Ketengah Kecamatan Kalisat Jember berperan sebagai paranormal. Sinto (39) warga Desa Kepel Kecamatan Ngetos kab. Jombang sebagai pemilik uang palsu.

Pada praktiknya, komplotan ini menunjuk Supari (45) warga Wonorejo Desa Sidorejo Kecamatan Ngoro Jombang bertugas mencari mangsa atau calon korban.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved