Kementerian Perhubungan Bangun Jalur Ganda dan 12 Stasiun di Wilayah Kerja Daop 7 Madiun

Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, saat ini sedang dilakukan pembangunan 12 stasiun di wilayah kerja Daop 7 Madiun.

Kementerian Perhubungan Bangun Jalur Ganda dan 12 Stasiun di Wilayah Kerja Daop 7 Madiun
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Audinsi warga Baron dengan pemkab, dan PT KAI Daop 7 Madiun, menuntut ada agar ada kereta api yang berhenti di Stasiun Baron, Nganjuk, 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator jasa angkutan dengan kereta api, terus melakukan pengembangan stasiun guna meningkatkan pelayanan.

Di wilayah kerja Daop 7 Madiun, saat ini sedang dilangsungkan pembangunan jalur ganda dan pembangunan stasiunnya oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, saat ini sedang dilakukan pembangunan 12 stasiun di wilayah kerja Daop 7 Madiun.

Pembangunan ini dilakukan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini satuan kerja dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Jawa Timur.

Batik Song Song Asal Madiun, Upaya Melestarikan Sejarah dan Mengembalikan Kearifan Lokal

Tiba di Lanud Iswahjudi, 8 Warga Jatim Perantau di Wamena Diajak Makan dan Ngopi oleh Bupati Madiun

Untuk di paket Jalur Ganda Jombang-Madiun (JGJM) sepanjang 74 km di antaranya, Stasiun Baron, Stasiun Sembung, Bagor, Saradan, Caruban, juga Stasiun Babadan.

Sedangkan untuk Paket Jalur Ganda Madiun-Kedungbanteng (JGMK) sepanjang 57 Kilometer, pembangunan juga dilakukan di Stasiun Barat, Geneng, Paron, Kedunggalar, dan Walikukun.

"Untuk paket JGMK, Stasiun Barat, Geneng, Paron, Kedunggalar, Walikukun ini stasiunnnya dibangun baru semua," kata Ixfan Hendriwintoko saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2019) siang.

Dengan dibangunnya beberapa stasiun di wilayah Daop 7 Madiun oleh Kemenhub, sangat memungkinkan ke depan digunakan naik turun penumpang, khususnya kereta api lokal, agar bisa menunjang perekonomian warga sekitar.

“Kami sebetulnya juga berharap stasiun-stasiun tersebut bisa dimaksimalkan operasionalnya untuk naik turun penumpang, namun tidak semua KA bisa berhenti di semua stasiun, karena memang potensi penumpangnya tidak ada, nanti bukanya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, malah justru akan mengurangi," katanya.

Tersangka Alami Gangguan Jiwa, Polisi akan Hentikan Penyidikan Kasus Pembunuhan Pria di Ruko Madiun

Website BKD Kabupaten Madiun Diretas, Diganti Gambar Karakter One Piece dan Pesan Penolakan RUU KUHP

Ia mencontohkan, semisal suatu kereta api berhenti di banyak stasiun, waktu tempuh dari Surabaya hingga Jakarta yang semestinya sekitar 10 jam hingga 12 jam, bisa menjadi molor atau lebih lama.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved