Bandar Narkoba Asal Gresik Akui Keluarkan Uang Puluhan Juta Untuk Beli Sabu-sabu

Pasangan suami istri (Pasutri) terdakwa Imam Sukhairi alias Jenglot (41), warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, dan Yuni Dwi Lestari (37)

Bandar Narkoba Asal Gresik Akui Keluarkan Uang Puluhan Juta Untuk Beli Sabu-sabu
sugiyono/surya
Jaksa Febri Dirgantara menunjukkan bukti-bukti sabu-sabu dalam persidangan di PN Gresik, Rabu (9/10/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM,GRESIK - Pasangan suami istri (Pasutri) terdakwa Imam Sukhairi alias Jenglot (41), warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, dan Yuni Dwi Lestari (37), warga Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo nekat menjadi bandar narkoba kelas kakap di wilayah Gresik. Barang bukti yang dibawa dalam persidangan mencapai 342,55 gram.

Terungkapnya bandar narkoba di kota Wali Gresik itu ketika kedua terdakwa Imam dan Yuni menjadi saksi di Pengadilan Negeri Gresik.

Pasutri Imam dan Yuni menjadi saksi atas kasus terdakwa Saiful (51), warga Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Yatno Dermanto (49), warga Dusun Jatitani, Desa Keret, Kecamata Krembung, Sidoarjo dan Sunyoto (53), warga Dusun Wates, Desa Centong, Kecamatan Gondang, Mojokerto.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik Rina Indrajanti dan jaksa penuntut umum Febri Dirgantara serta Budi Prakoso, saksi Imam mengatakan bahwa bisnis narkotika jenis sabu-sabu sudah berjalan sekitar 5 sampai 6 bulan. Selama beberapa bulan itu, telah mengeluarkan uang untuk membeli sabu-sabu ratusan gram sebesar 90 Juta.

"Awalnya membayar Rp 50 Juta, kemudian membayar Rp 40 juta. Kemudian dapat sabu 181,71 gram," kata Imam, Rabu (9/10/2019).

Manajer Persebaya Ungkap Kondisi Terkini Wolfgang Pikal, Belum Bisa Dampingi Laga Lawan Borneo FC

Persebaya U-20 Lolos ke Partai Final Setelah Kalahkan PSIS Semarang, Uston Fokus Benahi Finishing

Polisi Jombang Tangkap Kurir Sabu Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Untuk menjalankan bisnis terlarang itu, Imam mengaku selalu tertutup kepada istri, keluarga dan tiga terdakwa. Bahkan untuk mengambil sabu-sabu di Surabaya, Imam selalu numpang mobil istrinya yaitu Yuni saat busana di Surabaya.

"Saat mengambil barang itu (sabu), saya pura-pura izin keluar mobil untuk kencing. Dan selama dalam mobil, saya komunikasi dengan handset, sehingga istri dan mereka (tiga terdakwa) tidak tahu kalau saya akan mengambil sabu," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Imam, tiga orang terdakwa yaitu Saiful, Yatno Dermanto dan Sunyoto ikut ke Surabaya ada yang sebagai sopir dan teman untuk mengangkat belanja baju -baju di Surabaya. Sebab, tidak mungkin istrinya belanja sendiri dan mengangkatnya sendiri.

Setelah itu, tiga terdakwa diajak memakai sabu secara gratis di rumah salah satu terdakwa. Sedangkan istrinya juga diajak nyabu di rumah sendiri di desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik. Saksi Imam juga telah menyiapkan paket hemat sabu-sabu yang siap diedarkan.

Terbongkarnya bisnis narkoba jaringan lapas Madiun ini bermula ketika petugas Polres Gresik menangkap Yatno dan tiga temannya dalam satu mobil Suzuki Ertiga W 1560 ZA di Jl Raya Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik.

"Saat diminta keluar dari mobil, barang itu (sabu) saya lempar ke dalam mobil. Kemudian saya keluar dan membeli diri, sebab saya tidak bawa apa-apa. Setelah digeledah dalam mobil, baru ditemukan barang itu dalam tas oleh anggota polisi," katanya.

Dari penangkapan itu, Imam mengakui telah membeli sabu dari Surabaya. Kemudian dikembangkan oleh anggota Satnarkoba Polres Gresik dengan menggeledah rumah terdakwa Sunyoto, sehingga ditemukan 160,84 gram narkoba yang disembunyikan di dalam bantal.

Dalam keterangan kedua saksi Imam dan Yuni yang berkasnya terpisah itu, tiga terdakwa membenarkan keterangan saksi. "Betul yang mulia," kata tiga terdakwa secara kompak.

Sementara, penasehat hukum terdakwa Yunita Rafikasari, mengatakan bahwa akan kooperatif dalam persidangan. "Memang proses persidangan seperti ini. Kita lihat saja dalam persidangan berikutnya," kata Yunita dalam persidangan. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved