FAKTA Sebelum Diciduk Polisi Pesta Sabu, Pria Surabaya Jadi Anggota Satpol PP, Dipecat Indisipliner

FAKTA Sebelum Diciduk Polisi Pesta Sabu, Pria Surabaya Jadi Anggota Satpol PP, Dipecat Indisipliner.

FAKTA Sebelum Diciduk Polisi Pesta Sabu, Pria Surabaya Jadi Anggota Satpol PP, Dipecat Indisipliner
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Dedy Prasetyo (40), dan Bagus Akhirullah Ardiansyah (39) saat dikeler ke Mapolsek Wonokromo 

FAKTA Sebelum Diciduk Polisi Pesta Sabu, Pria Surabaya Jadi Anggota Satpol PP, Dipecat Indisipliner

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dedy Prasetyo (40) warga Sawahan pelaku pesta sabu yang dibekuk oleh Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo bersama rekannya Bagus Akhirullah Ardiansyah (39) warga Wonokromo, ternyata pernah berprofesi sebagai petugas di sebuah instansi.

Kepada awakmedia, bapak satu anak itu mengaku, sebelumnya pernah bekerja sebagai anggota Satpol PP Surabaya.

Rencana Relokasi PKL Jalan Anggrek, Pedagang Mengeluh Lokasi Baru yang Sepi, Ini Janji Satpol PP

Satpol PP Panggil Pemilik Rumah yang Pernah Ditinggali Bung Tomo di Kota Malang, Terkait ini

Razia Kamar Kos Kediri, 2 Pasangan Bukan Suami Istri Keciduk Satpol PP, Ada yang Hamil di Luar Nikah

"Saya outsourching Satpol pp, di kecamatan sawahan," katanya seraya tertunduk dan menutupi wajahnya menggunakan tangannya, di Mapolsek Wonokromo, Jumat (11/10/2019).

Ia juga menambahkan, dirinya sudah delapan tahun bekerja di instansi tersebut sebagai anggota yang bertugas di lapangan.

"Selama 8 tahun, bagian lapangan aja saya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widianto membantah, jikalau pelaku saat ditangkap polisi atas kasus tersebut, masih berstatus senagai Satpol PP.

Ia menegaskan, saat diringkus polisi, status pelaku bukan lagi sebagai anggota Satpol PP.

"Karena gak ada hubungannya, dia sudah diberhentikan dari satpol pp, sebelum kena kasus tersebut," katanya saat dihubungi TribunJatim.com

Menurut Irvan, pelaku telah diberhentikan keanggotaannya sebagai Satpol PP sejak awal September 2019 sebelum diringkus polisi di sebuah kosan di Jalan Dinoyo Sekolahan, Wonokromo, Surabaya, Selasa (1/10/2019) kemarin.

"Bulan lalu, dulu dia kami BKO kan di Kecamatan Sawahan," ungkapnya.

Irvan menambahkan, alasan pihaknya memberhentikan pelaku sebagai anggota satpol PP, karena kerap kali berperilaku indisipliner.

"Karena memang kinerjanya kurang bagus. Perilakunya tidak bagus jadi kami berhentikan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved