Nekatnya Pria Gresik Arungi Bengawan Solo Demi Lihat Perahu Baja di Lamongan, Tenggelam Saat Pulang

Nekatnya Pria Gresik Arungi Bengawan Solo Demi Lihat Perahu Baja di Lamongan, Tenggelam Saat Pulang.

Nekatnya Pria Gresik Arungi Bengawan Solo Demi Lihat Perahu Baja di Lamongan, Tenggelam Saat Pulang
istimewa
Ilustrasi tenggelam 

Nekatnya Pria Gresik Arungi Bengawan Solo Demi Lihat Perahu Baja di Lamongan, Tenggelam Saat Pulang

TRIBUNGRESIK.COM, DUKUN - Keinginan Sholikhan untuk melihat perahu baja peninggalan kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecataman Karanggeneng, Lamongan berujung maut.

Dia nekat berenang mengarungi sungai Bengawan Solo.

Diduga mengalami kram kemudian tenggelam dan meninggal dunia di sungai, Selasa (15/10/2019).

Emosi Warga Gresik Resah Lahannya Dipakai Judi Sabung Ayam, Robohkan & Bakar Bangunan Semi Permanen

Polres Gresik Dropping Air Bersih, Warga Desa Tumapel Antusias Menuju Balai Desa

Wabup Gresik Ajak Nelayan dan Perusahaan Tanam 50 Ribu Mangrove di Pesisir Pantai Ujungpangkah

Pria berusia 31 tahun itu penasaran dengan tiga kapal Belanda yang ditemukan berada di sungai Bengawan Solo, Karanggeneng.

Warga Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik itu terbilang nekat. Dia memilih menyebrangi sungai dengan berenang menuju Desa Mertani.

Debit air sungai Bengawan Solo mengalami penurunan drastis di musim kemarau ini.

Awalnya, Solikhan nekat mengambil jalan pintas di Desa Karangcangkring, Dukun kemudian mulai berenang menuju lokasi penemuan Kapal Belanda tersebut, pukul 16.00 WIB.

Setelah berhasil melihat kapal Belanda yang masih di dalam sungai Bengawan Solo yang surut. Dia memutuskan kembali ke rumah pulang dengan cara berenang.

Dalam perjalanannya, Solikhan diduga mengalami kram dan tenggelam.

Melihat Solikhan tenggelam, beberapa warga bergegas menolong. Namun, nyawanya tidak terselamatkan. Kemudian dibawa menuju bantaran sungai menggunakan perahu kecil.

Kapolsek Dukun Iptu Mustaji mengatakan peristiwa ini murni kecelakaan. Keluarga korban enggan untuk diotopsi dan sudah menerima kepergian Solikhan selama-lamanya.

"Tidak bekas penganiayaan di tubuh korban," singkat Mustaji.

Sementara itu, Camat Dukun Fattah Hadi mengatakan hal serupa bahwa tidak ada bekas kekerasan. Mungkin kelelahan saat berenang.

"Itu murni kecelakaan, laporan yang saya terima tidak ada penganiayaan," tutup Fattah

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved