Warga Surabaya Pasang Spanduk Penolakan Surat Ijo 'Balekno Duwit Sewaku'

Spanduk penolakan Surat Ijo dan tuntutan surat hak milik tanah bertebaran di Kampung Peneleh, tepatnya di sepanjang Jl Embong Kartiko, Genteng

SURYA/NURAINI FAIQ
Spanduk hapus surat Ijo yang kini bertebaran di Kampung Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Spanduk penolakan Surat Ijo dan tuntutan surat hak milik tanah bertebaran di Kampung Peneleh, tepatnya di sepanjang Jl Embong Kartiko, Kecamatan Genteng, Surabaya

Pantauan surya di lokasi, Kamis (17/10/2019) malam, spanduk itu ditempel di jalan-jalan kampung dan pagar-pagar rumah warga.

Tidak hanya satu spanduk, tiga spanduk sekaligus dipasang di pagar rumah-rumah warga. 

Satu spanduk bertuliskan "Stop Bayar sewa surat Ijo," kemudian "Surat Ijo, stop bayar sewa. Stop diskon, Gratis,". Kemudian yang mencolok adalah spanduk bertuliskan, "Satu tekad meraih sertifikat hak milik."

(PDIP Kota Surabaya Raih Kursi Terbanyak Pileg 2019, DPC Ingin Semua Fraksi Kompak Soal Surat Ijo)

Yang paling mencolok adalah spanduk besar ketiga itu yang berukuran sekitar 2 x 2 meter.

Spanduk ini dipasang  di pintu gerbang Kampung Jl Embong Kartiko.

Spanduk dengan simbol tangan mengepal ini bertuliskan Perkumpulan Penghuji Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSI).

Spanduk-spanduk itu seolah menyambut pertemuan sekitar seratus pemilik surat Ijo (lahan dengan bersertifikat warna hijau), yang digelar di Peneleh.

Mereka datang tidak hanya dari Peneleh, tapi dari 23 kecamatan di Surabaya yang warganya pemegang surat ijo.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved