Kasus Dugaan Penganiayaan Santri di Jombang, Ponpes: Korban Mengakui Telah Mencuri

Pihak keamanan Ponpes Tarbiyatunnasyi'in, Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek Jombang dilaporkan santrinya sendiri atas dugaan pemukulan

Kasus Dugaan Penganiayaan Santri di Jombang, Ponpes: Korban Mengakui Telah Mencuri
SURYA/Sutono
Penasihat Pondok Pesantren sekaligus Dewan Guru di SMP Terpadu Tarbiyatunnasyiin, Mochammad Adib.(sutono) 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pihak keamanan Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatunnasyi'in, Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek Jombang dilaporkan pihak santrinya sendiri atas dugaan penganiayaan.

Setidaknya hal itu yang disebutkan MR (13) santi Ponpes Tarbiyatunnasyi'in yang mengaku dianiaya tanpa alasan jelas.

Hal ini dibantah langsung oleh pihak Ponpes.

Menurut pihak pondok, tindakan tegas dilakukan pihak keamanan pondok karena MR, yang juga siswa SMP Terpadu di pondok setempat, ketahuan beberapa kali mencuri uang.

Baik itu uang milik temannya maupun milik kantin dan warung.

(Santri di Jombang Diduga Dianiaya Oknum Keamanan Pondok, Ortu Lapor Polisi)

Hal ini dikatakan penasihat pesantren sekaligus anggota dewan guru di SMP Terpadu Tarbiyatun-nasyiin, Mochammad Adib.

Dia menyebut, penganiayaan terhadap MR bukan bermula persoalan hutang piutang antarsantri.

Namun, ada dugaan kenakalan lain yang dilakukan oleh korban lebih dari satu kali.

"MR tidak meminjam uang, melainkan MR melakukan pencurian dan mengakui. Selanjutnya keamanan berinisial BR memfasilitasi MR untuk mengembalikan uang yang dicuri," jelas Adib.

Mochammad Adib menyebut, MR dipukul bukan karena sebab yang tidak jelas.

Halaman
123
Penulis: Sutono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved