Cara Unik Ibu Asal Surabaya Mengajarkan Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini hingga Berprestasi

Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.

Cara Unik Ibu Asal Surabaya Mengajarkan Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini hingga Berprestasi
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Edward Ryo atau yang akrab dipanggil Edo (19) menjadi tamu spesial dalam peace poster competition yang diadakan Lions Club Surabaya Victoria di Ciputra World Surabaya Mall, Sabtu (26/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus, tentu menjadi tantangan tersendiri. Beberapa orangtua telah berhasil melewati tantangan itu dengan mengantarkan putra putrinya menuju prestasi.

Edward Ryo W atau yang akrab disapa Edo adalah salah satu anak dengan down syndrome berprestasi asal Surabaya ini.

Juni 2019 lalu, ia berhasil menyabet juara satu dalam lomba menggambar khusus down syndrom yang diadakan Seribuparas di Jakarta.

Mengaku sempat terkejut mendapati sang putra lahir dengan downsyndrom, sang bunda, Liliek Theresiawaty memilih bangkit dan mendorong putra keduanya itu menjadi luar biasa.

Warga Miskin Lamongan, Bikin Kaki Palsu Gratis untuk Sesama Penyandang Berkebutuhan Khusus

Untuk mengejar keterlambatan yang dialami Edo, Liliek bersikeras mengajarkan putra keduanya itu banyak hal lebih awal.

"Kalau anak pada umumnya baru belajar tengkurap pada usia kelahiran dua atau tiga bulan. Pas lahir, pulang dari rumah sakit, Edo itu langsung saya tengkurapkan," papar Liliek.

Hal itu, diakui Liliek sempat menbuatnya dilabeli sebagai ibu yang kejam. Namun, usahanya itu berbuah manis, sejak usia satu tahun, Edo sudah bisa berjalan.

"Waktu itu saya pikir kalau saya nggak cepat, dia akan ketinggalan terus. Jadi saya sengaja ngajarin dia banyak hal lebih awal, untuk masa depan dia juga," ujar perempuan asli Surabaya ini.

Memasuki usia 10 tahun, Liliek pun mulai mengikutkan Edo ke banyak kursus keterampilan. Antara lain berenang, tari, menggambar.

Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Pentas The Red Shoes, Premiere School of Ballet Ajak Percaya Diri

"Cuma dia yang kelihatannya paling cocok itu melukis. Dia bisa tiga jam duduk hanya untuk menggambar," ungkap Liliek.

Dipaparkan Liliek, Edo memiliki cara yang sedikit berbeda dalam berkarya. Untuk membuat sketsa, ia langsung menggunakan spidol.

Untuk mewarnai sketsa yang telah dibuatnya, Edo hanya menggunakan pensil warna, tak peduli seberapa pun besarnya kertas yang dipkainya menggambar.

Beberapa karya Edo, pernah diberikan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani. Dalam peace poster competition yang diadalan Lions Club Surabaya Victoria pada Sabtu (26/10/2019) lalu, Edo pun hadir sebagai tamu spesial.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved