Hari Santri Nasional di Jatim

Maruf Amin Ingin 'Santri Gus Iwan' Muncul di Kalangan Santri, Sukseskan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Wakil Presiden Maruf Amin berharap muncul 'Santri Gus Iwan' di kalangan santri-santri khususnya santri Nahdhlatul Ulama (NU)

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Sambutan Wapres Maruf Amin dalam Santri Culture Night Carnival 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Presiden Maruf Amin berharap muncul 'Santri Gus Iwan' di kalangan santri-santri khususnya santri Nahdhlatul Ulama (NU).

Santri Gus Iwan yang dimaksud Maruf Amin adalah kependekan dari Santri Bagus Pinter Ngaji Usahawan.

"Indonesia maju itu tergantung manusianya, manusia yang unggul sehat cerdas produktif tapi juga yang berakhlakul karimah, dengan itu Indonesia bisa mencapai Indonesia maju," ucap Maruf Amin saat membuka gelaran Santri Culture Night Carnival (SCNC) di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Minggu (27/10/2019) malam.

Wapres Maruf Amin & Beberapa Menteri Hadiri SCNC di Surabaya, Menag Fachrul Razi Malah Tak Hadir

Maruf Amin melanjutkan, santri harus bisa menjadi bagian sumberdaya yang tangguh yang unggul dengan memahami agama secara mendalam dan mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup serta bisa tampil di segala lapangan.

"Harus lahir satriprnuer seperti dulu Nahdlatut Tujjar, jangan sampai ekonomi dikuasai segelintir orang dari yang bukan santri," lanjut Maruf Amin.

Hal ini untuk mensukseskan gagasan ekonomi Maruf Amin yaitu arus baru ekonomi Indonesia.

Tegaskan Setia Kawal Kiai dan NKRI, Pagar Nusa Siap Masuk Regu Pengaman Wapres Maruf Amin

Menurut Mustasyar PBNU tersebut, arus lama yaitu konglomerasi harus diganti karena menimbulkan kesenjangan ekonomi antara masyarakat kecil dengan pengusaha besar.

"Konglomerasi itu maksudnya netes ke bawah tapi ternyata tidak netes-netes, sehingga terjadilah kesenjangan," lanjutnya.

Maruf Amin menilai untuk memangkas kesenjangan tersebut pembangunan harus dilakukan dari bawah dengan konsep bottom up economies development.

"Yang bawah semakin kuat, sehingga kesenjangan bisa diperkecil atau bisa sampai hilang. Ini bukan berarti menghadapkan ekonomi kuat dengan lemah tapi kolaborasi sehingga yang kuat tetap kuat yang lemah jadi kuat," ujar mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Tumpeng 7 Meter Hiasi Syukuran Relawan Jokowi-Maruf Amin di Surabaya, Sebut Kini Pro Indonesia Maju

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved