Dendang Indah Selawat Lewat Musik Gembrungan di Magetan, Dimainkan Seniman Lansia Pasca Pesta Pisang

Dendang Indah Selawat Lewat Musik Gembrungan di Magetan, Dimainkan Seniman Lansia Pasca Pesta Pisang.

SURYA/DONI PRASETYO
Seni musik Gembrungan, saat ini mungkin hanya ada di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dan bisa didengarkan setiap memperingati, hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal, penanggalan Hijriyah, di Masjid Jami' Baiturrohiim setemat, Minggu (10/11). 

Dendang Indah Selawat Lewat Musik Gembrungan di Magetan, Dimainkan Seniman Lansia Pasca Pesta Pisang

TRIBUNMAGETAN.COM, PLAOSAN - Setiap memperingati hari kelahiran atau maulid nabi atau milad Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal, penanggalan Hijriyah, warga di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan seharian melantunkan selawatan dengan iringan musik gembrungan, yang saat ini sudah jarang diperdengarkan ditempat lain.

Lantaran musik gembrungan keberadaannya sudah semakin langka, para seniman yang memainkannya pun rata rata sudah lanjut usia atau lansia. Mereka para seniman lansia ini berharap, musik gembrungan bisa ada penerusnya, sehingga bisa lestari.

Perizinan Baru Toko Modern dan Swalayan Berjaringan Sudah Di-stop Bupati Magetan Tapi Belum Terbukti

13 Kereta Api Alami Keterlambatan Akibat Anjloknya KA Wijayakususma di Stasiun Barat Magetan

Air Telaga Sarangan Magetan Makin Menyusut, Pengunjung Masih Tetap Berjubel

Alat musik gembrungan yang dimainkan sekitar 10 orang seniman yang rata rata lansia ini diantaranya gendang, jidor, bedug, rebana atau tamborin.

Gelaran musik ini dilaksanakan hampir seharian, setelah warga setempat menggelar pesta pisang yang dilakukan sehari menjelang digelarnya musik gembrungan itu.

Musik tabuh yang dipukul bergantian itu menghasil ritme yang terdengar sangat harmonis dan indah. Sehingga syair syair selawat nariyah yang didendangkan para seniman lansia itu serasa berbeda. Sehingga dendangan selawat nariyah yang diperdengarkan untuk junjungan Nabi Besar Muhammad SAW sangat indah dan menyejukan.

Uniknya, setiap warga desa yang datang ke Masjid Jami' Baiturrohiim, Nitikan, Plaosan, Magetan selalu membawa makanan yang umumnya tradisional seperti pisang, jenang merah, rengginang, kue kering/bolu, nasi bungkus daun pisang, dan berbagai jajanan pasar.

Menurut Kadiman, Ketua Grub Seni Musik Gembrungan, seni musik gembrungan ini merupakan peninggalan nenek moyang untuk syiar agama Islam di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

"Alhamdulillah, musik gembrungan bisa bertahan sampai sekarang ini sebagai upaya nguri-nguri budaya nenek moyang, saat syiar agama Islan di wilayah Desa Nitikan,"kata Kadiman kepada TribunJatim.com, di Masjid Jami' Baiturrohiim setempat, Minggu (10/11).

Ia berharap, generasi muda di desa setempat bisa nguri nguri seni musik peninggalan nenek moyang itu, sehingga musik gembrungan bisa lestari selama lamanya. Apalagi musik gembrungan untuk mengiringi Selawat Nariyah yang dipersembahkan untuk Nabi Muhammad SAW.

"Dengan lestarinya musik genbrungan yang mengiringi Selawat Nariyah ini bisa mendapat berkah dan syafaat dari Nabi Besar Muhammad SAW selama di dunia dan akherat,"tandas Kadiman

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved