Air Telaga Sarangan Magetan Makin Menyusut, Pengunjung Masih Tetap Berjubel

Air Telaga Sarangan Magetan Makin Menyusut, Pengunjung Masih Tetap Berjubel.

SURYA/DONI PRASETYO
Air telaga Pasir, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan semakin surut, beberapa bagian air tinggal selutut orang dewasa. 

Air Telaga Sarangan Magetan Makin Menyusut, Pengunjung Masih Tetap Berjubel

TRIBUNMAGETAN.COM, PLAOSAN - Musim penghujan hingga akhir Oktober 2019 belum menunjukkan akan turun, air telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan semakin surut dan di beberapa bagian tinggal selutut kaki orang dewasa.

Bahkan pulau di Selatan telaga yang disaat volume air normal, sulit dijangkau pengunjung, kini kalau pengunjung berkeinginan menginjakkan kaki di pulau itu, bisa menyeberang dengan berjalan kaki, karena air yang berada di Selatan pulau itu tinggal setinggi kurang lebih setengah meter.

Pengedar Narkotika di Magetan Menyasar Warung Kopi

Baru Berusia 2 Hari dan Belum Diberi Nama, Bayi di Magetan Dibekap oleh Ayahnya Hingga Tewas

Wali Murid SMA di Magetan Mengaku Dikenai Pungutan Wajib Satu Juta Rupiah

"Kalau mau, pingin masuk ke pulau yang terletak di Selatan telaga Pasir, Sarangan bisa menyeberang dengan berjalan kaki, airnya tinggal selutut,"kata Ny Lelly pemilik Hotel Puri Artha Kencana, Sarangan, Minggu (27/10).

Meski air telaga nyaris kering, lanjut Ny Lelly, pengunjung ke tempat wisata Sarangan, seperti tidak ada pengaruh. Karena selain telaga, di wisatawan juga bisa menikmati pemandangan alam dan sejumlah air terjun yang lokasinya disekitar telaga Sarangan.

"Tingkat hunian di hotel saya tidak ngefek dengan surutnya air telaga Sarangan, dari puluhan kamar yang saya miliki, paling kosong satu atau empat kamar. Tapi kalau hari minggu seperti ini, kamar full. Jadi tidak ada pengaruh,"jelas Ny Lelly.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Magetan Venly Tomy Nicolas membenarkan isu air tinggal selutut orang dewasa. Namun begitu, tidak mempengarungi tingkat kunjungan wisatawan ke Sarangan.

"Ya beberapa lokasi air telaga Oasir Sarangan, tinggal selutut, itu wajar. Karena air telaga itu kan juga dibutuhkan petani untuk mengairi sawah dan ladang mereka, makanya air telaga Sarangan perlu diatur pembagiannya,"kata Kadis berwajah keindoan dan bertubuh atletis ini.

Dikatakan Venly, meski air telaga Sarangan dibagi untuk petani hampir di seluruh wilayah Kabupaten Magetan, terutama wilayah Magetan Selatan. Penggunaanya tetap diatur untuk kesejahteraan bersama.

"Air telaga itu milik semua, tapi ada tatacara pemanfaatannya. Dan itu wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai, Daerah Aliran Sungai (BBWS - DAS) Solo, mereka yang diberi wewenang mengatur penggunaan air telaga Pasir Sarangan,"katanya.

Tapi, tambah Venly, dinasnya tidak kuatir akan surutnya pengunjung bersama surutnya air telaga Pasir Sarangan itu. Karena faktanya setiap Sabtu - minggu, walaupun bukan hari libur sekolah, pengunjung tetep berjubel.

"Pengaruh surutnya air telaga itu pasti ada, tapi tidak signifikan. Kita saja yang harus kreatif menyikapi kondisi alam yang setiap tahun terjadi. Tapi ide ide itu kan berbiaya, tahun ini belum ada, mungkin tahun depan bisa kita realisasikan,"kata Kadisparbud Venly Tomy Nicolas.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved