Guru Pramuka Surabaya Cabuli 15 Siswa Divonis 12 Tahun dan Dikebiri 3 Tahun, Tertunduk Dengar Hakim

Guru pramuka Surabaya yang mencabuli 15 siswanya resmi divonis 12 tahun penjara dan dikebiri kimia selama 3 tahun.

Guru Pramuka Surabaya Cabuli 15 Siswa Divonis 12 Tahun dan Dikebiri 3 Tahun, Tertunduk Dengar Hakim
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Rachmat Slamet Santoso saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (18/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Rahmat Slamet Santoso, guru pramuka asal Surabaya hanya tertunduk saat dirinya divonis bersalah telah melakukan pencabulan terhadap 15 anak didiknya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Ia divonis 12 tahun ditambah tiga tahun kebiri kimia.

Selain itu, pria 30 tahun tersebut dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan. 

ALASAN Jaksa Tuntut Instruktur Pramuka Kebiri Kimia, Faktor Pendidik & Cabuli Siswa Selama 2 Tahun

Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak menemukan alasan pemaaf atau pembenar yang dapat membebaskan terdakwa dari pertanggungjawaban hukum. 

Sehingga, majelis sependapat dengan penuntut umum dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 80 dan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tipu muslihat kepada anak untuk melakukan perbuatan cabul yang dilakukan tenaga pendidik," kata hakim Ketua Dwi Winarko saat bacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (18/11/2019). 

Pendamping Hukum Korban Cabul Instruktur Pramuka Dukung Tuntutan Kebiri Kimia: Setimpal Perbuatannya

Atas vonis ini, terdakwa Rachmat Slamet alias Memet mengaku masih belum bisa bersikap.

"Belum bisa memutuskan pak hakim," jawab terdakwa Slamet lirih.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania Paembonan juga mengaku masih menyatakan pikir-pikir.

"Vonis ini akan kami laporkan dulu ke pimpinan. Kami masih punya waktu tujuh hari untuk bersikap melakukan banding atau tidak," ujar Sabetania selepas sidang.

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak di Mojokerto Disoroti Komnas HAM, Sebut Hukuman Tak Cerminkan HAM

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved