BI Respons Kebijakan The Fed, Bank Commonwealth: Pasar Investasi Penuh dengan Warna Positif

Bank Commonwealth menginformasikan bahwa Bank Indonesia telah memberikan respons kebijakan The Fed terkait pemangkasan suku bunga acuan.

BI Respons Kebijakan The Fed, Bank Commonwealth: Pasar Investasi Penuh dengan Warna Positif
ISTIMEWA
Ivan Jaya sebagai Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth menyatakan Bulan November 2019 merupakan Iklim investasi yang posiitif. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth menginformasikan bahwa Bank Indonesia telah memberikan respons kebijakan The Fed terkait pemangkasan suku bunga acuan.

Bank Commonwealth menilai kondisi tersebut dapat menjadikan pasar investasi penuh dengan warna positif.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth, Ivan Jaya.

Bank Commonwealth: Iklim Investasi Positif, Investasi Portofolio Lebih Dinamis

"Bank Indonesia merespon kebijakan The Fed dengan memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo sebesar 25 basis poin ke angka 5,00%, ditambah dengan optimisme pelantikan kabinet Indonesia Maju yang pernuh warna. Maka, kondisi ini dapat menjadi sentimen positif untuk pasar investasi," kata Ivan Jaya saat ditemui wartawan TribunJatim.com pada, Senin (18/11/2019).

Meski begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan para investor di bulan November 2019 yakni, tentang perkembangan rencana perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait perang dagang dan data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 tiap negara yang dijadwalkan akan dirilis di bulan November.

Ivan Jaya menyebut, data pertumbuhan ekonomi kuartal 3 akan menunjukkan apakah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia lebih buruk atau lebih baik dari ekspektasi.

Rumah Eks Anggota DPRD Situbondo Terbakar, Polisi Belum Bisa Pastikan Dugaan Akibat Penimbunan BBM

"Jika pun pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat di mana karena disebabkan tensi perang dagang yang belum usai, namun berbagai bank sentral saat ini telah melonggarkan kebijakan moneter untuk mendorong dana yang mengendap di tabungan, sehingga dapat masuk ke investasi atau konsumsi, kondisi ini pula maka dapat memicu pertumbuhan ekonomi,” jelas Ivan Jaya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved