Polemik Aktivis PMII Komisariat IAIN Madura dengan Dosen Ilmu Filsafat Berakhir Saling Memaafkan

Polemik Aktivis PMII Komisariat IAIN Madura dengan Dosen Ilmu Filsafat Berakhir Saling Memaafkan, Selasa (26/11/2019).

Polemik Aktivis PMII Komisariat IAIN Madura dengan Dosen Ilmu Filsafat Berakhir Saling Memaafkan
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Ratusan massa aktivis PMII dari Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) IAIN Madura menggeruduk Kampus IAIN Madura, Senin (18/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Polemik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Pamekasan, dengan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura berakhir saling memaafkan, Selasa (26/11/2019).

Penyelesaian itu dilakukan langsung oleh Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, dengan cara mempertemukan kedua belah pihak yang sedang berseteru.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengungkapkan, Eko Ariwidodo sudah minta maaf dengan tulus dan mengakui kesalahannya kepada aktivis PMII Komisariat IAIN Madura.

Barbie Kumalasari Jujur Utang Uang Rp 3 M Demi Pamer Saldo ATM? Istri Galih Ginanjar Ungkap 1 Sosok

Anil Kumar Kunjungi Jawa Timur, Emil Tawarkan Dubes Singapura Berinvestasi di Ruas Kertosono Ngawi

Permintaan maaf itu sudah diterima dengan lapang dada oleh aktivis PMII Komisariat IAIN Madura.

"Tentu saya sebagai rektor sangat bahagia karena sudah selesai dan permasalahan ini juga akan menjadi pembelajaran bersama ke depan. Tidak hanya antara dosen dan mahasiswa aktivis PMII saja, tapi antara yang lain juga, semua harus berhati-hati," tutur Mohammad Kosim kepada TribunJatim.com via telepon.

Mohammad Kosim juga memaparkan, pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan itu langsung dihadiri oleh Ketua PMII Komisariat IAIN Madura.

Selain itu juga dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Pamekasan dan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura.

Trending ke 10 di Twitter: Agnez Mo Mengaku Tak Punya Darah Asli Indonesia, Begini Klarifikasinya

Bonita Divana Risvi, Kecanduan Nribun ke Gelora Bung Tomo Surabaya, Takjub dengan Atmosfer Stadion

"Harapan saya ke depan, tentu semua pihak harus saling menghomarmati dan saling menahan diri. Kalau itu berjalan dengan baik insyaallah tidak akan ada konflik yang terjadi lagi," harapnya.

Untuk diketahui, polemik antara aktivis PMII dari komisariat IAIN Madura, Pamekasan dengan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura disebabkan adanya dugaan perusakan logo kebesaran PMII yang dilakukan oleh dosen tersebut.

Sebab hal itulah, ratusan aktivis dan Pengurus Komisariat PMII IAIN Madura, Pamekasan, menggeruduk Kampus IAIN Madura, Senin (18/11/2019) lalu.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved