Diskomidag Trenggalek Beri Kuota 90 Orang Untuk Pelatihan UMKM tiap Tahun

Dinas Koperasi Mikro Usaha dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek memasang kuota rata-rata 90 orang saban tahunnya

Diskomidag Trenggalek Beri Kuota 90 Orang Untuk Pelatihan UMKM tiap Tahun
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Pegawai Diskomidag menata produk-produk UMKM yang dipamerkan di Galeri Gumilang, Selasa (3/12/2019). Tempat ini merupakan etalase andalan pemkab dalam mengenalkan produk lokal. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Dinas Koperasi Mikro Usaha dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek memasang kuota rata-rata 90 orang saban tahunnya untuk mengikuti pelatihan.

Dari jumlah itu, Diskomidag mengklaim, antara lima sampai sepuluh orang sukses menekuni bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti yang dilatihkan.

Plt Kepala Diskomidag Kabupaten Trenggalek Agoes Setiyono mengatakan, kuota yang tersedia disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Untuk pelatihan sekitar 90 orang itu, anggaran daerah yang disediakan sekitar Rp 25-60 juta. Tergantung jenis pelatihan yang dijalankan.

"Ketika kemampuan APBD tinggi, tak menutup kemungkinan jumlah kuota di atas itu. Juga sebaliknya," kata Agoes, Selasa (3/11/2019).

Ia bilang, para peserta pelatihan dihimpun dari 14 kecamatan yang ada di Trenggalek. Namun soal asal peserta, pihaknya lebih sering menilik berdasarkan potensi UMKM pada daerah tersebut.

"Antusiasnya bagus. Meskipun kadang terjadi peserta yang daftar membatalkan pelatihannya," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Arumi Bachsin Bagikan Tips Ciptakan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga di Tengah Jadwal yang Padat

Polisi Mulai Sosialisasi Larangan Sweeping Atribut Natal dan Tahun Baru 2020 di Kota Nganjuk

Persib Vs Persela Dramatis, Diwarnai Kartu Merah, Laskar Joko Tingkir Taklukkan Maung Bandung 0-2

Persentase peserta sukses berwirausaha setelah ikut pelatihan memang tergolong belum tinggi. Menurut Agoes, itu terjadi karena kompetensi tiap peserta tak sama.

Ia juga menduga, kurangnya niat beberapa peserta ikut pelatihan sebagai penyebab lain.

"Memang hanya beberapa peserta saja yang akhirnya memutuskan usaha sampai berhasil," tutur Agoes.

Pelatihan di dinas itu tak sekadar berlangsung di Trenggalek. Beberapa kali, pelatihan juga digelar di daerah basis UMKM.

"Misalnya program pelatihan ukir di Jepara. Selama sepuluh hari peserta mengikuti pelatihan di sana," tuturnya.

Untuk mendorong jumlah peserta sukses usai mengikuti pelatihan UMKM, pihaknya menggalakkan pendampingan.
Pendampingan itu meliputi ruang konsultasi dan pendampingan akses modal.

Sementara itu, Ketua Paguyuban UMKM Oendar Pontjo Soediro Panggul, Tini Sulistyowati, berpendapat, masih sedikitnya peserta yang sukses berwirausaha diakibatkan sistem pelatihan yang belum maksimal.

"Bisa karena selama ini yang direkrut dalam pelatihan orang-orang yang sama," tuturnya kepada Tribunjatim.com. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved