Polda Jatim Ringkus Komplotan Spamming Kartu Kredit Beromset Ratusan Juta di Tandes Surabaya

Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah markas komplotan praktik penipuan Spamming yang menggunakan kartu kredit

Polda Jatim Ringkus Komplotan Spamming Kartu Kredit Beromset Ratusan Juta di Tandes Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan pada awakmedia di depan Gedung Ditrreskrimsus Mapolda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah markas komplotan praktik penipuan Spamming yang menggunakan kartu kredit di kawasan Tandes, Surabaya, Selasa (3/12/2019).

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, dari lokasi tersebut, polisi menangkap  18 orang dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Mereka diamankan pada Senin (2/12/2019) malam, namun proses penyitaan terhadap barang bukti baru dilangsungkan sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 siang, Selasa (3/12/2019).

Barang bukti yang disita polisi meliputi 23 perangkat PC, 29 monitor, 20 ponsel, dan 33 buku rekening kartu, 14 kartu anjungan tunai mandiri (ATM), dan 8 key BCA.

Sejumlah barang bukti itu, disita dari sebuah ruang di lantai tiga bangunan ruko tiga lantai di kawasan tersebut.

Polda Jatim Gerebek Komplotan Spamming Kartu Kredit Beromset Ratusan Juta, 18 Pelaku Dibekuk

Ingin Membalas Kebaikan Temannya, Pria Ini Rela Ditahan, Pengakuannya Bikin Heran Hakim

Info Terbaru CPNS 2019 Per 3 Desember, Jumlah Pelamar CPNS 2019, 8 Instansi Masih Buka Pendaftaran

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan, proses penangkapan terhadap 18 orang terduga dilangsungkan Senin (3/12/2019) kemarin.

"Ada 18 orang yang kami amankan dengan barang bukti kurang lebih 23 PC, 29 monitor, 20 pinsel, berbagai rekening bank, sebagai rekening tampungan ada puluhan ya," katanya pada awakmedia di Mapolda Jatim, Selasa (3/12/2019).

Disinggung lebih lanjut tentang latar kasus yang menjerat mereka, Gidion menjanjikan akan mengungkapkan itu, seusai proses pemeriksaan, Rabu (4/12/2019) besok.

"Banyak, basisnya IT ini ada fraud hacker dan sebagainya besok kami sampaikan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved