Ternyata, Komplotan Spamming Kartu Kredit di Surabaya Dimpin 1 Orang dan Bayar 17 Karyawan

spamming kartu kredit yang dilakukan komplotan hacker yang sempat diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim di kawasan Tandes Surabaya

Ternyata, Komplotan Spamming Kartu Kredit di Surabaya Dimpin 1 Orang dan Bayar 17 Karyawan
GOBankingRates
ILUSTRASI KARTU KREDIT 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Praktik penipuan spamming kartu kredit yang dilakukan komplotan hacker yang sempat diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim di kawasan Tandes Surabaya, ternyata dikomandoi oleh satu orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJatim.com, komplotan tersebut dikomandoi oleh seorang pria berinisial H.

H diduga menjadi aktor utama pembobolan ATM atau praktik spamming tersebut yang telah berlangsung kurun waktu tiga tahun.

17 orang yang turut diamankan oleh Anggota Subdit V Sibet Ditreskrimsus Polda Jatim ternyata adalah karyawan H.

Mereka dibayar oleh H dalam menjalankan praktik curang tersebut.

Dan selama ini, belasan karyawan disediakan tempat tinggal di dalam ruangan lantai tiga gedung ruko di kawasan Tandes, Surabaya.

Persib Vs Persela Dramatis, Diwarnai Kartu Merah, Laskar Joko Tingkir Taklukkan Maung Bandung 0-2

2 Muncikari Madura Pasarkan Wanita Lewat Telepon Demi Untung Rp 100 Ribu, Digerebek Polisi di Hotel

Modus Komplotan Spamming Kartu Kredit Beromzet Jutaan Dikuak Polisi, Rekayasa Akun Game Android

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, dalam sebulan komplotan tersebut dapat mengantongi omset sekitar 40 Ribu USD atau sekitar Rp 564.564.000.

Artinya selama kurun waktu tiga tahun beroperasi, mereka setidaknya berhasil mengantongi Rp 20 Milliar.

"Omset kurang lebih 1 bulan, 40.000 USD," katanya pada awakmedia di Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (3/12/2019).

Gidion memastikan praktik curang berbasis siber yang dilakukan komplotan tersebut adalah kejahatan berskala internasional.

"Kalau ITE itu borderless, pasti skala internasional," jelasnya.

Disinggung lebih lanjut tentang latar kasus yang menjerat mereka, Gidion menjanjikan akan mengungkapkan itu, seusai proses pemeriksaan rampung, Rabu (4/12/2019) besok.

"Sementara karena belum 1x24 jam kami masih melakukan pendalaman terhadap mereka," tuturnya.

"Banyak, basisnya IT ini ada fraud hacker dan sebagainya besok kami sampaikan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved