Misi Dagang Jatim di Kaltim Berhasil Capai Transaksi Rp 605 Miliar

Khofifah Indar Parawansa umumkan transaksi Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur tembus Rp 605 miliar.

SURYA.CO.ID/ Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur, yang digelar di Kota Balikpapan, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BALIKPAPAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa transaksi Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur ditutup dengan pencapaian nilai transaksi lebih dari target.

Hingga penutupan Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur transaksi yang terjadi tembus Rp 605 miliar.

10 Jurusan Saintek Paling Ketat Persaingannya di SNMPTN 2019, Segera Daftarkan Akun di LTMPT

Paling banyak transaksi yang diminati pelaku usaha Kalimantan Timur dari Jawa Timur adalah komoditas agrobisnis. Sedangkan komoditas yang paling banyak diminati dari Kalimantan untuk disuplai dari Jawa Timur juga serupa.

"Alhamdulillah ini tadi kita cek sudah Rp 605 miliar. Setiap selesai misi dagang kita selalu bikin matriknya lengkap mulai komoditas apa, satuannya berapa sampai detail. Mulanya target transaksi kita Rp 500 miliar, alhamdulillah melampaui," kata Khofifah usai memimpin Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur, yang digelar di Kota Balikpapan, Rabu (4/12/2019).

Jika Sarita Tak Sengaja Bertemu Faisal-Jennnifer Dunn, ‘Lari Ketakutan’, Shafa Harris Tepuk Tangan

Tanggapan Arie Untung Soal Ustaz Abdul Somad yang Resmi Ceraikan Mellya Juniarti dan Menduda

Dikatakan Khofifah, Misi Dagang di Kalimantan Timur ini sangat strategis sekali. Pasalnya provinsi ini sedang berbenah pesat untuk menjadi provinsi yang bakal menjadi ibu kota negara baru.

Khofifah ingin agar Jawa Timur menjadi golongan utama yang menapaki penjajakan dengan Kalimantan Timur.

Ustaz Abdul Somad Resmi Ceraikan Istri, Mellya Juniarti Jawab Soal Isu Kurangnya Kebutuhan Zohir

Arema FC Dan Persija Jakarta Dijatuhi Denda Flare Di Kanjuruhan, Total Denda Arema FC Rp 820 Juta

"Kita ingin menjadi golongan assabiqunal awalun untuk menggalang kerjasama, di bidang perdagangan," kata gubernur perempuan pertama Provinsi Jawa Timur ini.

Sebab dengan kelak Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru, maka kebutuhan logistik provinsi ini juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya mobilitas dan jumlah penduduk di provinsi Kaltim.

Sinopsis Person Who Gives Happiness Episode 109 & 110 Kamis (5/12/2019) Tayang di Trans TV

Harga Sepeda Brompton yang Disita Bea dan Cukai dari Pesawat Garuda, Termahal Bisa Rp80 Juta Lebih

Lebih lanjut Khofifah menyebut bahwa Misi Dagang adalah salah satu cara untuk mewujudkan kedaulatan pasar. Dengan tetap mengacu pada Wold Trade Organization, tentu Indonesia, Jawa Timur tidak menolak impor, tapi di sisi lain industri subsitusi impor harus terus digalakkan.

Jika tidak menggalakkan industri subsitusi impor, maka yang terjadi neraca perdagangan akan defisit, dengan kata lain impor lebih besar dibandingkan ekspor.

ES-PORT, Inovasi Kotak Pendingin Ramah Lingkungan Tim ITS Raih Emas di Korea

Wali Kota Malang, Sutiaji Raih Penghargaan Enterpreneur Award 2019

Oleh sebab itu ditegaskan Khofifah bahwa Jawa Timur ingin menjalin sinergitas dengan Kaltim bukan hanya sekedar kepentingan kedua provinsi melainkan untuk masa depan ekonomi Indonesia.

"Dalam membangun kedaulatan pasar, tentu yang tak joleh ketinggalan adalah tren pasar online yang dengan cepat merambat di segala lini. Maka masuklah ke katalog-katalog online itu. Kalau kita masuk ke pasar online itu, maka pelaku IKM kita harus siap menjaga kualitas, kuantitas, dan juga kontinyuitas," pesan Khofifah.

TERPOPULER: Betrand Peto Disuapi Sarwendah hingga Kekeyi Ungkap Foto Rio Ramadhan Tidur di Ranjang

Sinopsis No Time to Die atau Bond 25, Aksi Terakhir Daniel Craig Jadi James Bond

Diselenggarakan di Swiss Bell Hotel, Kota Balikpapan, Misi Dagang kali ini mempertemukan 20 pelaku usaha asal Jawa Timur dengan 108 pelaku usaha dari Kalimantan Timur.

Misi Dagang yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur ini merupakan upaya fasilitasi dari pemerintah untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jatim dan Kalimantan Timur. (SURYA/ Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved