ASN ESDM Jatim Divonis 1,4 Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Pemerasan Izin Pertambangan

Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan izin pertambangan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memasuki babak akhir.

ASN ESDM Jatim Divonis 1,4 Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Pemerasan Izin Pertambangan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Ali Hendro setelah jalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan izin pertambangan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memasuki babak akhir. 

Terdakwa Ali Hendro Santoso jalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa yang merupakan Bendahara Bidang Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan di Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini telah terbukti bersalah melakukan pemerasan berupa pungutan liar (pungli) atas pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Kakek Asal Sidoarjo Tewas Tersambar Kereta Api Setelah Buang Air Kecil di Sungai

Perbuatan terdakwa Ali Hendro Santoso dianggap telah melanggar Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan melakukan pemerasan pengurusan izin galian C dengan meminta uang sebesar Rp 50 juta dari pihak yang sedang mengurus perizinan.

Status terdakwa Ali Hendro Santoso yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi pertimbangan yang memberatkan dalam putusan hakim.

Ali Hendro Santoso dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dina Oktavia Senang Disambangi Arumi Bachsin, Tuhan Pasti Memberikan Jalan

"Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sudah berkeluarga dan belum menikmati hasil dari perbuatannya," terang hakim ketua I Wayan Sosiawan.

"Mengadili, menghukum terdakwa Ali Hendro Santoso dengan pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan, denda lima puluh juta rupiah subsider satu bulan kurungan," kata hakim I Wayan Sosiawan saat membacakan amar putusannya sambil mengetukkan palunya sebanyak 3 kali, Jumat, (6/12/2019). 

Atas putusan tersebut, terdakwa Ali Hendro Santoso dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Ferry Eka Rachman mengaku pikir pikir.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved