Kecelakaan Maut Bus Guru TK di Blitar

Sopir Bus Pariwisata Kecelakaan Maut di Blitar Belum Sadar, Polisi Tak Bisa Tetapkan Tersangka

Sopir Bus Pariwisata Kecelakaan Maut di Blitar Belum Sadar, Polisi Tak Bisa Tetapkan Tersangka.

Sopir Bus Pariwisata Kecelakaan Maut di Blitar Belum Sadar, Polisi Tak Bisa Tetapkan Tersangka
SURYA/IMAM TAUFIQ
Petugas melakukan olah TKP terhadap kecelakaan bus pariwisata 

Sopir Bus Pariwisata Kecelakaan Maut di Blitar Belum Sadar, Polisi Tak Bisa Tetapkan Tersangka

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Entah apa yang terjadi atas dirinya, Miftahul Huda (42), sopir bus pariwisata yang mengalami kecelakaan maut bus pariwisata dan menyebabkan lima orang tewas itu, hingga Minggu (8/12) siang kemarin, belum sadar.

Ia masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi, sejak kejadian kecelakaan, Sabtu (7/12) pagi kemarin.

"Hingga saat ini, kami belum bisa meminta keterangan dari sopir bus itu karena belum sadar dan masih dirawat di rumah sakit. Sepertinya, ia mengalami luka parah," kata Kasatlantas Polres Blitar AKP Amirul Hakim.

15 Guru TK Korban Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Blitar Dipindah ke RSUD dr Iskak Tulungagung

Pria 71 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Benowo, Jatuh dari Loteng Rumahnya karena Gangguan Jiwa

Osvaldo Haay Mampu Tembus Cetak 8 Gol di SEA Games, Begini Nasihat Kurniawan Dwi Yulianto

Terkait kecelakaan bus itu, tambah dia, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli dari Dinas Perhubungan & LLAJ Jatim dan Polda Jatim. Selain itu, ia juga menyayangkan terhadap sopir truk tronton, yang tak segera melaporkan bahwa truknya mogok di atas jembatan itu, hingga akhirnya menyulitkan pengendara lainnya.

"Padahal, jika melapor ke kami, kan kami bisa segera membantunya, untuk mengevakuasi dari atas jembatan tersebut," paparnya.

Apakah sopir Tronton itu bisa dianggap jadi penyebab kecelakaan itu? Itu yang belum bisa dipastikan.

Menurut Amirul, dirinya menunggu hasil olah TKP nanti, yang akan melibatkan banyak pihak. Untuk hasil penyelidikan sementara, kondisi bus maut yang ditumpangi oleh 59 guru Taman Kanak-Kanak (TK) asal Tulungagung itu normal semua. Termasuk, remnya juga tak ada masalah.

Seperti diberitakan, Sabtu (7/12) pagi kemarin, bus wisata Fabian Anugerah Trans, yang ditumpangi 59 guru Taman Kanak-Kanak (TK) asal Tulungagung itu terjebur ke Kali Judel, yang ada di jalan Raya Malang-Blitar, atau tepatnya sekitar 20 meter sebelah timur SPBU Kesamben.

Dalam kecelakaan itu, bus yang dikemudikan Huda itu menghunjam ke sungai setelah menabrak pengendara sepedaaa motor, dan menerobos besi pengaman jembatan.

Itu terjadi karena bus yang melaju dari arah barat (Kota Blitar) itu menghindari truk Tronton, yang mogok di atas jembatan sejak Jumat (6/12) sore.

Mungkin, karena jalannya tertutup separo oleh badan tronton, sehingga sopir bus itu mengambil haluan ke kanan. Celakanya, dari arah berlawanan, muncul pengendara sepeda motor, Ridwan (54), warga Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben.

Akibatnya, Ridwan tertabrak hingga terjebur ke sungai dan tewas di TKP. Entah apa yang terjadi, setelah menabrak sepeda motor, bus itu terjebur ke sungai, dengan posisi bodi depannya menghujam ke dasar sungai.

Akibatnya, lima penumpangnya tewas di TKP, yakni Ny Naksa Bandi (54), Ny Siti Fatimah (40), Ny Kasiaten (42), dan Ny Anita (32). Sementara, penumpang lainnya mengalami luka-luka serius termasuk sopir busnya, akibat saling berbenturan dan terbentur bodi bus.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved