Berita Persebaya Surabaya

Merasa Diperlakukan Tidak Adil Soal Sanksi Persebaya, Bonek Melawan PSSI

"Kami bukan menolak adanya sanksi, tapi kami merasa tidak adil atas putusan yang dijatuhkan Komdis PSSI ke Persebaya," kata Andie Peci.

Tayang:
Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Menjelang kick off Persebaya vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, suporter tuan rumah, Bonek, menyalakan flare, Selasa (29/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suporter Persebaya Surabaya atau Bonek melakukan perlawanan ke PSSI lantaran merasa diperlakukan tidak adil atas sanksi atau hukuman yang diberikan ke Bajul Ijo.

Hukuman Persebaya Surabaya yang bertanding tanpa penonton di laga home dan away hingga kompetisi Liga 1 2019 usai oleh Komite Disiplin (Komdis) cukup memberatkan.

Tak hanya itu, Persebaya Surabaya juga dikenai denda sebesar Rp 200 juta.

"Kami bukan menolak adanya sanksi, tapi kami merasa tidak adil atas putusan yang dijatuhkan Komdis PSSI ke Persebaya," kata Andie Peci, salah satu tokoh Bonek di Surabaya, Minggu (8/12/2019).

UPDATE Klasemen Sementara Liga 1 2019 seusai Laga Beda Nasib Persebaya Surabaya dan Arema FC

Gagal Curi Poin di Markas PSIS, Makan Konate Ajak Pemain Arema FC Berburu Poin di Kandang Persebaya

Persebaya Surabaya mendapat sanksi dari Komdisi PSSI atas tindak kerusuhan oknum Bonek setelah laga Persebaya vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada 29 Oktober 2018 lalu.

Laga tersebut dimenangi tim tamu PSS Sleman 3-2.

Atas sanski dari komdisi PSSI, manajemen Persebaya Surabaya pun melakukan upaya banding ke Komite Banding (Komding) PSSI.

Dalam sidangnya, banding Persebaya Surabaya ditolak.

Dalam surat salinan putusan Komding PSSI yang diterima Persebaya Surabaya, ternyata ada kalimat yang salah ketik.

Hasil Persebaya Vs Bhayangkara FC, David Brace, Tim Tamu Cetak Gol Bunuh Diri, Persebaya Menang 4-0

Keran Gol Alex Dos Santos Terbuka, Pelatih Persela Berharap Kepercayaan Diri Sang Striker Kembali

Dimana dalam surat, ada kalimat PSS Sleman sebagai pihak yang keberatan, padahal yang mengajukan banding Persebaya Surabaya.

Andie Peci menuturkan, sikap PSSI yang tidak adil bisa terlihat dengan kejadian laga Persela Lamongan lawan Perseru Badak Lampung FC pada 20 November 2019.

Laga itu juga rusuh, seperti di Surabaya. Justu lebih parah karena kejadiannya saat laga berlangsung.

Permohonan banding Persela Lamongan diterima dengan keringanan sanksi.

Tim Laskar Joko Tingkir itu mendapat hukuman tanpa penonton saat laga tandang.

Dibantai Persebaya 4-0, Pelatih Bhayangkara FC Layangkan Pujian untuk David da Silva

Kalah Lawan Timnas U-23 Indonesia, Pelatih Myanmar Doakan Garuda Muda Beruntung di Final SEA Games

"Ini sudah tidak adil. Bukannya kami tidak mau menerima sanksi dan yang salah harus kena sanksi, tapi keadilan harus ditegakan ke semua klub," ucap Andie Peci.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved