Beda Jokowi dan Menteri PUPR Soal KFC & Starbucks di Rest Area Tol Disorot Ketua PP Muhammadiyah

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti sikap Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal keberadaan waralaba asing di rest area tol

KOLASE: TRIBUNNEWS IMAGES DAN KSP
Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono dan Presiden Jokowi. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas memuji Jokowi karena memprioritaskan pedagang kelas UMKM di rest area, sedangkan Basuki cenderung setuju waralaba asing ikut main di rest area. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas melihat perbedaan mencolok antara keinginan Presiden Jokowi dan penerapannya oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal tenant di rest area Tol Trans Jawa.

Menurut Anwar Abbas, Jokowi menginginkan usaha dalam negeri dan UMKM serta koperasi menjadi penguasa di rest area Tol Trans Jawa.

Sebaliknya, Basuki Hadimuljono membiarkan brand-brand internasional, termasuk KFC dan Starbucks, tampil menonjol di lokasi istirahat para pengguna tol Trans Jawa itu. 

"Terima kasih Jokowi. Perhatianmu terhadap usaha dalam negeri dan UMKM serta koperasi benar-benar tampak ketika dalam rapat terbatas beberapa hari yang lalu mengungkapkan rasa kecewanya melihat keberadaan tenant asing, seperti KFC dan Starbucks di rest area jalan tol atau kawasan infrastruktur baru di Indonesia," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (11/12/2019).

HIPPI Berharap Gubernur Jawa Timur Bantu UMKM Hadirkan Produknya di Rest Area Seluruh Jatim

Jokowi Ditanya Siswa Kok Tidak Berani Koruptor Dihukum Mati, Senyum Lalu Tanya Balik Menterinya

Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Tiga PSN Jawa Timur, LRT/MRT Gerbangkertasusila Segera Terwujud

Menurut dia, fenomena saat ini memang banyak rest area jalan tol yang justru diisi oleh restoran maupun kafe brand asing.

Di samping itu, Anwar sekaligus kecewa atas pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang justru menyatakan bahwa keberadaan tenant asing itu harus tetap ada.

Sebab bila tidak, maka jalan tol justru akan dipenuhi kendaraan ekspedisi dibandingkan kendaraan pribadi.

"Untuk itu Muhammadiyah mengimbau para pihak, terutama pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi untuk secara bersama-sama mengkaji di mana letak masalah dan kesalahannya," ujar Anwar.

PJR Ditlantas Polda Jatim Gelar Penertiban Muatan Truk di Rest Area Jalan Tol Sidoarjo

Polda Jatim Beri Efek Jera pada Pelanggar di Jalan Tol, Pintu Mobil Ditempeli Stiker Khusus

"Apakah benar kalau tidak ada restoran-restoran asing tersebut, maka masyarakat yang melintas di jalan tol tersebut tidak akan mampir sehingga yang akan kita lihat hanya pick up semua," lanjut dia.

Anwar berharap agar seluruh pihak tak menganggap kerisauan Jokowi sebagai hal sepele.

Halaman
123
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved