BMKG Imbau Warga Malang Raya Waspada Angin Puting Beliung, Diprediksi Terjadi hingga Januari 2020
BMKG imbau warga Malang Raya waspada angin puting beliung yang diperkirakan bakal terus terjadi hingga Januari 2020.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Puting beliung jadi bencana yang perlu diwaspadai pada peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.
Masyarakat Malang Raya tampaknya harus waspada.
Angin yang berhembus lebih dari 30 kilometer per jam itu, bisa saja terjadi hingga Januari 2020 mendatang.
• Hujan Deras & Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Hingga Kanopi Ambruk di Kota Madiun
"Fenomena alam itu (angin kencang) penyebabnya yaitu terbentuknya awan cumulonimbus yang biasanya terbentuk sebelum hujan. Biasanya terjadi saat menjelang atau mengawali musim hujan," kata Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan, Minggu (15/12/2019).
Musripan menambahkan, awan cumulonimbus adalah awan pekat yang kemunculannya bermula dari hembusan angin muson baratan.
Pergerakannya dari arah barat ke timur.
• 6 Tips Berkendara Aman saat Angin Kencang Melanda Menurut BPBD Jember, Simak!
Tak hanya di Malang Raya, angin tersebut juga bisa saja terjadi di seluruh Jawa Timur.
Musripan, mengingatkan masyarakat waspada.
Ada gejala alam yang bisa dikenali dari angin puting beliung.
• Hujan Disertai Angin Kencang, Belasan Rumah Hingga Dapur Pondok Pesantren di Lamongan Rusak Berat
“Selain angin yang juga harus diwaspadai yaitu hujan deras dan petir,” jelas Musripan.
Timbulnya petir bisa jadi diiringi oleh awan pekat.
Musripan menerangkan, petir di musim transisi lebih kuat dari pertengahan musim penghujan.
• Cabuli Mawar yang Masih Sekolah Dasar, Pria Pulau Mandangin Ini Diarak Warga ke Mapolres Sampang
“Penjelasannya, karena kondisi tanah di daratan belum basah secara merata, jadi ketika ada lompatan energi listrik maka akan keras sekali,” tutur Musripan.
Terkait penanganan akibat bencana puting beliung, Bupati Malang Muhammad Sanusi mewanti-wanti BPBD Kabupaten Malang cepat lakukan assessment bila diperlukan sewaktu-waktu.
Mengingat BPBD punya dana kebencanaan.
• Angin Kencang Kembali Terjang Ngawi, Satu Rumah Roboh, Belasan Pohon Tumbang, Satu Orang Luka
Sanusi menerangkan, Pemkab Malang telah mengalokasikan anggaran dana siap pakai (DSP) melalui BPBD sebesar Rp 1 miliar.
"Sudah terserap Rp 700 juta untuk penanganan musibah ditempat sebelumnya, sisa Rp 300 juta ini yang sedang kami upayakan untuk ditambah dari dana darurat sebesar Rp 5 miliar," kata Sanusi.
Dana tersebut saat masih melekat di badan keuangan dan aset daerah (BKAD).
• Hujan & Angin Kencang di Bojonegoro, Belasan Rumah Rusak & Pohon Tumbang di Empat Kecamatan
"Segera dihitung (kebutuhannya), buat surat pernyataan bencana dari desa dan kecamatan, supaya bisa segera saya tandatangani SK pencairan dana daruratnya, pokoke besok (hari ini) semua harus sudah clear dan tertangani semuanya," perintah Sanusi.
Intruksi tersebut berlaku bagi pemerintahan di tingkat kecamatan maupun desa, serta masyarakat.
Politisi PKB menilai, kegiatan assesment juga harus cepat dilaksanakan oleh OPD terkait kebencanaan dan Muspika.
• Was-was Siswa SDN Banjarpanjang 2 Magetan Belajar, Lihat Atap Sekolah Bergoyang Saat Angin Kencang
"OPD terkait kebencanaan, seperti BPBD PMI diminta untuk tetap siaga terhadap situasi kritis. Termasuk seluruh Camat dan Tagana untuk siaga, ketika ada bencana, maka seluruhnya diintruksikan turun bersama-sama,” beber pria asal Gondanglegi itu.
Sanusi berharap, musibah puting beliung dan bencana lainnya tidak sampai kembali menenjang wilayah Kabupaten Malang.
"Semua daerah di wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang berpeluang. Karena musibah bencana puting beliung ini tidak bisa dicegah dan dihadang," jelas Sanusi. (Erwin Wicaksono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-angin-kencang.jpg)