Digerus Banjir, Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Magetan Terancam Runtuh, Cuma Bisa Dilalui Motor

Jembatan penghubung dua kecamatan di Magetan ambrol setelah diterjang banjir. Kini cuma bisa dilalui motor saja.

SURYA/DONI PRASETYO
Jembatan penghubung dua kecamatan, Soco dan Bendo terancam runtuh, setelah diterjang banjir di awal musim hujan ini. Warga hanya bisa berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. 

TRIBUNMAGETAN.COM, MAGETAN - Memasuki musim hujan ini banyak fasilitas umum di Kabupaten Magetan rusak.

Seperti jembatan penghubung dua wilayah kecamatan, Soco dan Bendo.

Jembatan penghubung kedua kecamatan itu terancam runtuh setelah badan jembatan digerus banjir.

Was-was Siswa SDN Banjarpanjang 2 Magetan Belajar, Lihat Atap Sekolah Bergoyang Saat Angin Kencang

Jembatan yang berada di Desa Carikan, Kecamatan Bendo itu, saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Itu pun hanya untuk pengemudi saja.

Lantaran itu warga setempat memutuskan jembatan penghubung dua kecamatan ini ditutup.

Pria Muda Surabaya Nekat Copet Ponsel di Konser Musik, Kepergok Polisi saat Mau Jual Handphonenya

"Hujan deras selama dua jam yang terjadi tiga hari lalu, membuat sisi jembatan ambrol sepanjang 15 meter dan salah satu tiang beton penyangga jembatan runtuh. Sehingga tiang beton penyangga jembatan mengambang," ungkap Syaikur warga Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan kepada Surya (grup TribunJatim.com), Rabu (18/12/2019).

Di tengah badan jembatan, lanjut Syaikur, tepat di atas tiang beton penyangga badan jembatan yang menggantung terdapat retakan memanjang.

"Karena dianggap membahayakan warga, terpaksa setengah badan jembatan ditutup menggunakan bambu, dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Meski begitu warga tetep was was jembatan runtuh sewaktu waktu," jelas Syaikur.

Profil Ningsih Tinampi hingga 7 Hal Menarik Pengobatan Supranaturalnya, Punya Ilmu Gaib Al Fatihah

Dikatakan Syaikur, sebelumnya jembatan itu selalu dilalui kendaraan berat dengan tonase lebih dari 10 ton, mengangkut batu bata produksi warga setempat.

Selain itu juga dump truk mengangkut material bangunan seperti pasir dan batu kali.

"Makanya begitu hujan deras dan air sungai bah, pondasi jembatan langsung runtuh. Sementara kendaraan roda empat dialihkan lewat jalan memutar. Karena jembatan sangat membahayakan," katanya.

Kisah Kakek Tulungagung Koleksi Benda Orang Mati Demi Ketemu Hantu, Simpan Keranda-Ambil Batu Angker

Saat ini warga hanya berharap, Pemerintah Kabupaten Magetan segera memperbaiki jembatan yang terancam runtuh ini, agar aktivitas dan perekonomian warga bisa kembali seperti sebelumnya.

"Kita hanya berharap, pemerintah segera memperbaiki. Kita juga tidak ingin ada korban jiwa bila jembatan ini runtuh, Karena tidak hanya warga yang menggunakan, tapi juga anak anak sekolah dasar dan taman kanak kanak. Mohon perhatiannya untuk bapak bapak," tandas Syaikur. (Doni Prasetyo)

VIRAL Tanah Bergoyang Rawa Jali Jombang Bak Panggung Dangdut, Bikin Warga Penasaran, Dulu Bekas Rawa

SOSOK Gus Hilman di Mata Ketua PWNU Jatim, Disebut Pribadi Murah Hati, Entengan Seperti Abahnya

Museum Nyeleneh Sutarji Tulungagung, Simpan Benda Orang Mati dari Keranda Mayat hingga Tali Pocong

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved