Wadul ke Dewan, Tokoh Bawean Desak Pemkab Segera Percepat Pembangunan di Pulau Bawean
Tokoh Bawean wadul ke anggota DPRD Gresik yang juga warga pulau Bawean. Mereka mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab)Gresik segeramelakukan percepatan
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tokoh Bawean wadul ke anggota DPRD Gresik yang juga warga pulau Bawean. Mereka mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik segera melakukan percepatan pembangunan dan pelayanan di Pulau Bawean.
Tokoh Bawean yang mengadu ke DPRD Gresik yakni Hazin, kotakusuma Sangkapura, Syafi'i, ketua Ansor dan Rosyid guru SMP Umar Mas'ud bertemu dengan Musa selaku ketua fraksi NasDem DPRD Gresik.
"Ada tujuh poin yang mereka sampaikan agar Pemkab Gresik bergerak cepat mengatasi keluhan masyarakat di Bawean," ujarnya kepada Surya, Sabtu (21/12/2019).
Pertama, sektor pendidikan, sarana prasarana secara umum ketinggalan dengan daerah lain, misalnya masih ada sekolah dasar yang ruang kelasnya di sekat.
Kemudian, sektor kesehatan, RS Umar Mas'ud sangat memprihatinkan, tim dokter dan peralatan medis masih sangat minim.
Kemudian, sektor perikanan dan kelautan tidak tersentuh program APBD, kalau toh ada tetapi nilainya kecil.
Paling miris, sektor energi, aliran listrik masih kalah jauh dengan kecamatan lain di Gresik. Sering melakukan pemadaman.
Sektor pertanian sama sekali tidak tersentuh program pemkab, kalau toh ada hanya bantuan alat mesin pertanian, itupun dari pemerintah pusat.
"Sektor pertanian paling miris, karena tidak tersentuh program khusus pemerintah daerah," ujar Musa kepada Tribunjatim.com.
• Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Trenggalek Ingin Kain Shibori Jadi Produk Unggulan
• 11 Ular Cobra Teror Rumah Warga Bangsal Mojokerto, 1 Ekor Masuk ke Kamar Tidur, Tadinya Dikira Kadal
• Tidur Sendiri di Mobil, Wanita Sidoarjo Kaget Pria Misterius Buka Pintu Dini Hari, Teriakan Menggema
Kemudian, sektor pariwisata, pemkab dinilai kurang memiliki program wisata yang bertujuan untuk memajukan pariwisata lokal.
Terakhir, sektor pelayanan administrasi pendidikan. Warga Bawean bahkan harus menyeberang untuk dapat layanan administrasi.
"Akan saya teruskan ke pemkab agar segera melakukan percepatan pengembangan dan pembangunan di pulau Bawean, khususnya sektor pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, pelayanan administrasi publik, perikanan, pertanian dan pariwisata," tutup Musa. (wil/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/breasting-dholpin-di-dermaga-pulau-bawean-rusak.jpg)