Inflasi Kota Malang di 2019 Capai 1.93%, Cabai Merah Beri Sumbangan Terbesar
Inflasi tahunan kota Malang pada tahun 2019 mencapai 1.93%. Ini komoditas yang meningkatkan inflasi dan yang menghambat inflasi.
Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, Sukun- Inflasi tahunan kota Malang pada tahun 2019 mencapai 1.93%.
“Angka komulatif inflasi di kota malang sebesar 1.93% dari angka komulatif 1 tahun 2019, baik kalender maupun years on years sama yaitu 1.93%,” tukas Kepala BPS Kota Malang Drs Sunaryo M Si saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik Kota Malang, Jalan Janti Barat, kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (2/1/2020).
Sunaryo menjelaskan komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi pada tahun 2019 adalah angkutan udara, tuman bukan mandor, dan cabai merah.
• Didekati Klub Malaysia dan Indonesia, Alex Dos Santos Goncalves akan Putuskan Tim Barunya Pekan ini
• BPS Jatim: Disagregasi Inflasi Sepanjang 2019 di Jatim Tunjukkan Seluruh Komponen Alami Inflasi
“Angkutan udara itu menyumbang inflasi 0.24% lalu tukang bukan mandor 0.15% dan cabai merah 0.12%,” katanya.
Sedangkan untuk komoditas yang memberi sumbangan terbesar dalam menghambat laju inflasi adalah tarif sekolah menengah atas, bensin, dan daging ayam ras.
“Selain itu inflasi kota Malang pada tahun 2019 juga dihambat oleh komoditas bensin dan tarif listrik, karena pada bulan Februari kemarin terjadi penurunan harga premium dari Rp 6.550 menjadi Rp 6.450 lalu pada bulan Maret kemarin juga tarif listrik untuk golongan R-I 900 VA juga mengalami penurunan sebanyak Rp 52 per kwh,” papar Kepala BPS Kota Malang itu.
• KRONOLOGI Kurir Narkoba Ditembak Mati, Tunjukkan Gudang Narkotika di Jabon, Tebas Polisi Pakai Pisau
• KILAS KRIMINAL JATIM: Polisi Tembak Mati Kurir Narkoba hingga Pencuri Motor Surabaya Dihajar Massa
Secara umum komoditas yang meningkatkan inflasi dan yang menghambat inflasi masih dalam kondisi yang wajar.
“Contohnya seperti kenaikan beberapa bahan makanan tertentu itu sebenarnya ditentukan oleh kondisi pasokan hasil panen yang tergantung oleh kondisi iklim dan cuaca,” kata Sunaryo.
Kemudian seperti penurunan tarif sekolah menengah atas pada tahun 2019 disebabkan oleh adanya subsidi dari pemerintah provinsi Jawa Timur. (Bella Ayu Kurnia Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kepala-bps-kota-malang-drs-sunaryo-m-si.jpg)