60 Angkot Disiapkan Jadi Angkutan Pelajar Gratis di Kota Malang

Program angkutan pelajar gratis atau angkot pelajar di Kota Malang mulai menemukan titik terang.

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Purwanto
Potret bus sekolah di Kota Malang pada saat beroperasi beberapa waktu yang lalu di sekitar Alun-alun Tugu Balaikota Malang. Operasional bus sekolah tersebut bakal dinonaktifkan dan digantikan oleh angkutan pelajar gratis yang rencananya akan diluncurkan pada Mei 2026 ini 

 

Ringkasan Berita:
  • Program angkot pelajar gratis di Kota Malang segera berjalan setelah Perwal rampung.
  • Layanan fokus antar-jemput siswa dari titik kumpul ke sekolah dan sebaliknya.
  • Menggunakan angkot lama yang layak jalan, dengan kebutuhan sekitar 50–60 unit.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Program angkutan pelajar gratis atau angkot pelajar di Kota Malang mulai menemukan titik terang.

Organda Kota Malang memastikan skema operasional angkot pelajar tengah dimatangkan dan ditargetkan segera berjalan setelah regulasi rampung.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan bahwa program ini menjadi salah satu solusi untuk memberdayakan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak perubahan sistem transportasi.

"Fokusnya angkot pelajar ini adalah untuk antar jemput pelajar. Dari titik kumpul diantar ke sekolah, lalu dijemput kembali ke titik kumpul setelah pulang," ucapnya belum lama ini kepada Surya.

Pemerintah Kota Malang juga telah menyiapkan anggaran untuk angkot pelajar ini.

Baca juga: Dishub Kota Malang Siapkan Angkot Dual Fungsi: Gratis untuk Pelajar, Jadi Feeder untuk Umum

Nantinya, layanan ini akan digratiskan bagi siswa karena dibiayai oleh APBD Kota Malang.

Purwono menjelaskan, armada yang digunakan nanti juga bukan armada baru.

Melainkan angkot yang sudah ada dan memenuhi persyaratan administratif serta teknis, seperti kelayakan jalan dan dokumen kendaraan aktif.

"Angkot yang ada diberdayakan. Yang penting layak jalan, STNK hidup, dan sesuai trayek," jelasnya.

Dalam skema yang disusun, para sopir angkot tetap bisa menjalankan aktivitas reguler di luar jam layanan pelajar. 

Pagi hari mereka fokus mengantar siswa, kemudian kembali ke trayek biasa, dan kembali bersiap menjemput pelajar saat jam pulang sekolah.

"Modelnya seperti antar jemput karyawan. Jadi ada waktu khusus untuk pelajar, selebihnya tetap beroperasi seperti biasa," paparnya.

Terkait jumlah armada, Organda menyebut masih dalam tahap finalisasi. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved