Kebocoran PAD dari Rumah Makan di Bangkalan Terlalu Besar, KPK Awasi Lewat Tapping Box dan PAD

BPK temui ada kebocoran PAD dari rumah makan di tujuh kabupaten di Bangkalan. KPK awasi lewat Tapping Box dan Portable Data Terminal (PDT).

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Hefty Suud
SURYA/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan RK Abd Latif memantau pengoperasian Tapping Box di kasir RM Bebek Rizky usai launching alat perekam data transaksi usaha itu, Selasa (14/1/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Rumah makan di Kabupaten Bangkalan, disarankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk pasang Tapping Box dan Portable Data Terminal (PDT) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemasangan Tapping Box dan PDT yang merupakan alat perekam data transaksi usaha itu adalah wujud pengawasan terhadap setoran pajak hotel dan restoran ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan.

"Informasi yang kami terima, ada tujuh kabupaten, sesuai temuan BPK, bahwa kebocoran PAD dari rumah makan terlalu besar," ungkap pemilik RM Bebek Rizky, Syukur Sabidin, Selasa (14/1/2020).

KONI Kota Malang Targetkan Perbaikan Prestasi di Porprov ke-7 2021, Wali Kota Sutiaji Beri Saran Ini

Pemain asal Papua Ini Batal Dikontrak Arema FC Gegara Masalah Keluarga, Nasibnya Tergantung Pelatih

Rumah makan di kawasan pintu akses menuju Jembatan Suramadu itu menjadi lokasi pertama, pemasangan Tapping Box dan PDT sebagai Implementasi Optimalisasi PAD.

Tapping Box dan PDT dipasang di kasir dan langsung terhubung ke Dinas Pendapatan Kabupaten Bangkalan.

"Temuan itu direkomendasikan ke KPK, lalu dikirimlah Tapping Box. Ini harus dilaksanakan," jelasnya.

Nilai Ekspor Jatim di Akhir 2019 Meningkat, Naik 1,23 Persen, Capai USD 1,72 Miliar

Mantan Bek PSM Makassar Taufik Hidayat Berseragam Arema FC, Cukup Hitungan Jam saat Putuskan Gabung

Selain unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalan, kesempatan itu dihadiri pemilik RM Sinjay dan RM Tera' Bulan.

Syukur menyatakan, awalnya para pengusaha keberatan karena beban pajak 10 persen dinilai terlalu besar. Kendati itu pun dibebankan kepada pengunjung.

"Apakah kami akan menaikkan harga menu atau bagaimana? Kami belum tahu, lihat perkembangan. Ini masih percobaan selama dua bulan," katanya.

Ia menambahkan, RM Bebek Rizky sejak buka selalu taat pajak meskipun besarannya tidak mencapai 10 persen.

Asmara Tragis Dokter Cantik di Bali, Akhiri Hidup & Beri Pesan Terakhir ke Suami: Masih Sayang Kamu

Jadi Buruan 2 Tahun, Pria Sampang Tak Berkutik Saat Polisi Geledah Rumah, Temukan Sabu di Lemari

Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, pemasangan Tapping Box dan PDT sebagai tindaklanjut hasil rapat Pemkab Bangkalan dengan Bidang Pencegahan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

"Mesin pencatat transaksi ini berfungsi mencegah terjadinya kecurangan atau kebocoran potensi pajak yang dilakukan wajib pajak," ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui dua alat tersebut pemasukan pajak hotel maupun restoran bisa dikontrol secara online sekaligus merekam seluruh transaksi wajib pajak.

Nilai Ekspor Jatim di Akhir 2019 Meningkat, Naik 1,23 Persen, Capai USD 1,72 Miliar

Mantan Bek PSM Makassar Resmi Perkuat Arema FC, Bakal Pakai Nomor Punggung 26

"Salah satu upaya untuk meningkatkan PAD," jelasnya.

Tahap pertama, lanjut Ra Latif, pemasangan tahap pertama sebanyak 50 unit di beberapa rumah makan.

"Ada sekitar 100 an rumah makan. Tapi karena ini masih bersifat uji coba selama satu bulan," ujarnya.

Ia berharap, Ra Latif berharap raihan pajak dari sektor perhotelan dan restoran di Kabupaten Bangkalan dapat meningkat. Terlebih, target PAD ditargetkan mencapai RP 3,3 miliar.

"Namun, tidak semua hotel dan restoran di Bangkalan memiliki operator tapping box dan PDT. Jadi butuh pelatihan khusus," pungkasnya. (Ahmad Faisol)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved