Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tuding PT Odi Sering Ancam Buruh Hingga Sakit, Tegur, Mahasiswa Demo Kantor Disnakertrans Sumenep

Fron Keluarga Mahasiswa Sumenep demo Disnakertrans Sumenep. Tegur perusahaan rokok di Sumenep supaya lebih perhatikan kesehatan karyawan.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/Ali Syahbana
Kolase foto mahasiswa yang tergabung dalam FKMS demo kantor Disnakertrans Sumenep, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - PT Tanjung Odi atau perusahaan rokok di Sumenep dinilai kurang menjamin kemaslahatan buruhnya dan diduga sering ancam karyawan hingga jatuh sakit.

Menadapati hal tersebut, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Fron Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) lakukan unjuk rasa di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Rabu (15/1/2020).

Aksi tersebut ditujukan untuk menyuarakan keadilan bagi karyawan PT Tanjung Odi.

Madura United Bakal Uji Coba Dua Tim dari Malaysia, Rahmad Darmawan: Tunggu Jadwal Piala Presiden

Pemkot Surabaya Tawarkan Sewa Hi-Tech Mall Rp 18,5 M per Tahun, Swasta Tak Minat, Kemahalan?

Aksi simpatik yang dilakukan puluhan mahasiswa ini juga bertujuan memberikan teguran dengan membawa poster bertulis "Kerja di PT Tanjung Odi bikin sakit, Jangan Korbankan kesehatan Masyarakat" tulisnya.

Para mahasiswa itu berani melakukan orasi yang atas dasar beberapa bukti.

Mereka mendapati pekerja rokok di PT Tanjung Odi mulai jatuh sakit dan berhenti, yang disebabkan banyak hal.

"Para pekerja banyak yang mengeluh sakit, kebanyakan sakit pernafasan saat kerja di PT Tanjung Odi," teriak Abdul Mahmud, koordinator lapangan FKMS.

Trailer Film Morbius Resmi Dirilis, Jared Leto Berubah Jadi Vampir, Michael Keton sebagai Cameo

Chord & Kunci Gitar Tangise Sarangan Saraswati, Tentang Seseorang yang Dikhianati Pasangannya

Bahkan katanya, penyebab para karyawan yang telah bertahun - tahun bekerja di PT Tanjung Odi tersebut sakit adalah karena secara langsung bergelut dengan tembakau.

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut, semestinya pekerja harus diberi perangkat keselamatan kerja, demi menjaga kesehatan mereka.

Fakta tersebut kata Abdul, didapatkan dari aduan dari salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan rokok yang ada di Jalan Raya Sumenep - Pamekasan tersebut.

"Ini fakta, pengakuan dari mantan pekerja untuk, masker dan sarung tangan saja pihak perusahaan sering tidak menyediakan," katanya.

Girl Group BLACKPINK Sapa Kembali Penggemarnya di Indonesia Lewat Fan Meeting yang Digelar Samsung

Kolase foto mahasiswa yang tergabung dalam FKMS demo kantor Disnakertrans Sumenep, Rabu (15/1/2020)
Kolase foto mahasiswa yang tergabung dalam FKMS demo kantor Disnakertrans Sumenep, Rabu (15/1/2020) (TRIBUNJATIM.COM/Ali Syahbana)

Puluhan Warga Perum BTU Malang Krisis Air Gegara Pipa PDAM Bocor, Mau Mandi Harus Nimba Air Sumur

Ketua FKMS, Sutrisno, menambahkan, yang sangat disayangkan adalah para buruh diduga seringkali mendapatkan tekanan psikis dari atasannya.

"Pekerja sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari atasannya, seperti dimarahi, dibentak - bentak dan diancam. Sehingga para pekerja merasa tertekan dan sakit," tambahnya.

Dari itulah FKMS mendesak Disnakertrans, sebagai kontrol untuk bersikap tegas pada perusahaan tersebut.

"Harus bertanggung jawab pada para pekerja yang sudah berhenti dan sakit-sakitan di rumahnya dan memberikan pengobatan hingga sembuh dan meningkatkan mutu keselamatan dan kesehatan pekerja," katanya.

"Termasuk memecat petugas yang bersikap sewenang - wenang pada pekerja," mintanya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved