Waspadai Penyakit DBD Merebak di Trenggalek Tahun Ini, Warga Diminta Galakkan 3M & Bubuk Larvasida

Waspadai Penyakit DBD Merebak di Trenggalek Tahun Ini, Warga Diminta Galakkan 3M & Bubuk Larvasida.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni 

Waspadai Penyakit DBD Merebak di Trenggalek Tahun Ini, Warga Diminta Galakkan 3M & Bubuk Larvasida

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Warga Kabupaten Trenggalek diimbau untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di peralihan musim kemarau ke penghujan kali ini.

Terlebih, kasus DBD di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan cukup signifikan tahun lalu.

Tercatat 507 kasus DBD terjadi pada 2019. Lima orang meninggal karena terserang penyakit tersebut.

Sementara pada 2018, jumlah kasus hanya 272, dan warga meninggal 3 orang.

Area Persawahan 5 Kecamatan di Trenggalek Diserang Tikus, Warga Bunuh Ratusan Tikus Pakai Obat Hama

KILAS KRIMINAL JATIM: Begal Sadis di Gresik hingga Foto Bugil Gadis Trenggalek Disebar Mantan Pacar

TKI Asal Trenggalek Terus Meningkat Tiap Tahunnya, Ada Apa?

"Di awal tahun ini, ada lima kasus DBD di Trenggalek," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Trenggalek Saeroni.

Ia mengimbau agar warga waspada dengan menjaga lingkungan.

Seperti biasanya, pihaknya meminta warga meminta warga untuk mengedepankan pemberantasan nyamuk lewat 3 M (menguras, menutup, dan mengubur).

Juga menaburkan bubuk larvasida untuk mencegah nyamuk penyebab DBD berkembang biak.

Selain itu, Dinkes juga tengah menggaungkan gerakan kader pemantau jentik alias Jumantik sebagai langkah antisipasi lain.

"Minimal satu orang di satu lingkup keluarga. Mereka dibekali dengan pengetahuan penanggulangan penyakit DBD," ujarnya.

Program itu sebenarnya sudah berjalan sejak 2016. Untuk saat ini, ia mengklaim, kader sudah menyebar seluruh desa.

Data yang terhimpun di Dinkes, jumlah kader sebanyak 846 orang yang tersebar di 22 Puskesmas.

"Mereka seperti mentor di lingkungan masing-masing." ungkapnya.

Apabila berbagai upaya itu belum mampu menekan kasus DBD, pihaknya bakal mengupayakan pengasapan atau fogging.

"Kita lakukan setelah melakukan kajian," ungkap Saeroni.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved