RESPON GP Ansor atas Kasus Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati: Tuntaskan Seadil-adilnya

RESPON GP Ansor atas Kasus Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati: Tuntaskan Seadil-adilnya.

RESPON GP Ansor atas Kasus Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati: Tuntaskan Seadil-adilnya
SURYA/SUTONO
Ketua GP Ansor Cabang Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto 

RESPON GP Ansor atas Kasus Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati: Tuntaskan Seadil-adilnya

TRIBUNJOMBANG.COM, JOMBANG - Setelah MUI dan Muhammadiyah menyuarakan dukungan kepada Polda Jatim agar mengusut tuntas kasus dugaan asusila dengan tersangka MSA (39) putra kiai Jombang cabuli santriwati, kini giliran GP Ansor Jombang memberikan dukungan serupa, Selasa (21/1/2020).

GP Ansor Jombang meminta agar perkara yang kini ditangani Dirreskrimum Polda Jatim ini mendapat perhatian lebih oleh polisi dengan segera menuntaskan kasusnya sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kami dukung penuh langkah polri dalam mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana asusila yang kini ramai diperbincangkan media massa dan media sosial," tandas Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto, Selasa (21/1/2020).

Kabupaten Jombang Mulai Diserang Wabah DBD, Pasien di RSUD Didominasi Anak-anak

Sekdes Desa Sumberaji Jombang Kepergok Nyabu di Rumah, Diringkus Polres Jombang

RESPON MUI & Muhammadiyah Jombang pada Putra Kiai Cabuli Santriwati, Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus

Zulfikar Daman Ikhwanto, yang akrab disapa Gus Antok, beralasan, desakan ini bukan merupakan intervenasi, melainkan agar tidak ada pandangan negatif masyarakat Jombang sebagai kota santri.

Itu sebabnya dia berharap kepada Polres Jombang maupun Polda Jatim segera menuntaskan kasus ini seadil-adilnya.

MSA adalah putra 'mursyid' (ketua) sebuah tarikat ternama di Kecamatan Ploso Jombang, dilaporkan ke Polres Jombang dan telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap NA, santriwati dari MSA, asal Jawa Tengah, November lalu.

Meski berstatus tersangka, polisi belum pernah meminta keterangan MSA. Sebab, dua kali dipanggil polisi, dua kali pula yang bersangkutan mangkir tanpa alasan jelas.

Perkembangan terbaru, kasusnya kini telah diambil alih Polda Jawa Timur. Meski demikian, Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono menegaskan, status MSA yang sudah menjadi tersangka tak akan berubah.

"Tentunya soal status tersangka tetap, yang jelas pastinya Polda gelar perkara kembali dari awal, namun soal penetapan tersangka tetap," ujar Wakapolres

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved