Sepanjang 2019, Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD 3,05 Miliar
Selama tahun 2019, neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengalami defisit sebesar 3,05 miliar dolar amerika.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Elma Gloria Stevani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama tahun 2019, neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengalami defisit sebesar 3,05 miliar dolar amerika.
Kabid Distribusi Statistik BPS Jatim, Satrio Wibowo mengatakan, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit selama bulan Januari hingga bulan Desember 2019.
"Secara kumulatif, selama Januari hingga Desember 2019, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sebesar USD 3,05 miliar," kata Satrio Wibowo di Kantor BPS Jatim, Jalan Raya Kendang Sari, Kota Surabaya, Senin (20/1/2020).
Defisit neraca perdagangan Jatim yang terjadi selama tahun 2019 disumbangkan oleh defisit sektor migas sebesar USD 3,49 miliar walaupun sektor nonmigas justru kinerjanya positif dengan surplus sebesar USD
435,45 juta.
• Kelebihan Muatan, Truk Fuso Angkut Pangkat Ternak Jebol Saluran Air di Kota Kediri
• KPK Periksa Saksi Terkait Dugaan Kasus TPPU yang Libatkan Mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa
Berkaca dari kondisi itu, Satrio Wibowo menghimbau, agar surplus sektor nonmigas perlu Iebih ditingkatkan lagi supaya bisa menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas.
Adapun selama bulan Desember 2019, neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD 327,29 juta.
• Perempuan Penyelundup 400 Pil Koplo Dalam Sayur Lodeh di Lapas Mojokerto Masih Buron
• DPRD Jatim Minta Kenaikan Tunjangan, Biaya Perjalanan Dinas hingga Tambahan Fasilitas Reses
"Neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Desember 2019 mengalami defisit sebesar USD 327,29 juta. Defisit pada akhir tahun 2019 atau Desember 2019 lalu disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas yang Iebih besar dibanding surplus yang terjadi pada sektor non migas, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi minus," ujar Satrio Wibowo.
"Pada Desember 2019 di Jatim, sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD 62,63 juta dan sektor migas mengalami defisit sebesar USD 389,91 juta," tambahnya.
• Bantuan Sembako Terus Berdatangan untuk Korban Banjir di Gresik
• Gus Hans Bicara Soal Pembagian Posisi di Pilkada Surabaya: Terpenting Elektabilitas, Bukan Isi Tas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-neraca-perdagangan.jpg)