Abdul Halim Iskandar Doakan Machfud Arifin Jadi Wali Kota Surabaya Dua Periode, 'Kita Sukseskan'
Menteri Desa PDTT sekaligus ketua DPW PKB Jatim doakan Machfud Arifin jadi Wali Kota Surabaya dua periode.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ia lantas menjelaskan masalah kemiskinan, lapangan kerja, hingga kemacetan.
• Machfud Arifin Cari Pasangan untuk Maju Pilwali Surabaya 2020, Ada Dua Kriteria yang Disebut
"Misalnya, kemiskinan. Untuk diketahui, tingkat kemiskinan mulai 2014-2018 hanya turun 0,91 persen," terangnya.
Kemudian, Surabaya juga menghadapi bonus demografi yang cukup besar.
"Transisi demografi ini menunjukkan peningkatan penduduk muda cukup besar. Sehingga, membutuhkan tambahan kesempatan kerja," katanya.
Mengutip data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2017-2018, justru mengalami peningkatan.
"Pengangguran di Surabaya pada 2017 mencapai 89.479 angkatan kerja. Ironisnya, pada tahun berikutnya justru meningkat menjadi 93.096," terang mantan Ketua DPW PKB Jatim ini.
Tak berhenti di situ, ia juga menyoroti masalah kemacetan di Surabaya.
• 2 Sosok Penting di Balik Machfud Arifin Mau Maju Pilwali Surabaya, Video Dukungannya Sempat Viral
"Data terkait kemacetan, indeks waktu satu kali jalan di Surabaya mencapai 35 menit. Padahal, standar internasional idealnya 20-25 menit," katanya.
"Berbagai masalah ini tak ringan. Namun, seperti Pak Dahlan dan partai lainnya, kami yakin Pak Machfud bisa menyelesaikan masalah di Surabaya," lanjutnya.
Kedua, Halim juga menyoroti figur Machfud Arifin sebagai pribadi.
Machfud Arifin merupakan figur politisi tak memiliki kepentingan dengan keluarga.
"Anak-anak beliau sudah mentas semuanya. Ibu Machfud Arifin juga seorang pebisnis yang bisa cari duit sendiri. Sehingga, secara subyektif, beliau sudah tuntas," tegasnya.
Dengan berbagai alasan tersebut, tak ada alasan lain untuk tidak memberikan dukungan.
"Mari kita sukseskan beliau. In sha Allah, beliau terpilih dua periode," tegasnya.
• 5 Partai Deklarasi Dukung Machfud Arifin Maju Pilwali Surabaya 2020, Pengamat: Patut Diperhitungkan
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Arie Noer Rachmawati