Belasan Tahun Cari Keadilan, Warga Perumahan ABR Gresik Akhirnya Bisa Dapatkan Haknya

Tim kuasa hukum Achmad Fathoni, warga Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Gresik memasang papan putusan perdata Mahkamah Agung, Kamis (30/1/2020).

Belasan Tahun Cari Keadilan, Warga Perumahan ABR Gresik Akhirnya Bisa Dapatkan Haknya
sugiyono/surya
PUTUSAN - Tim kuasa hukum dan anggota Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara serta jamaah Kiai Fathoni memasang papan putusan MA di pintu gerbang Perumahan ABR, Kamis (30/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tim kuasa hukum Achmad Fathoni, warga Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Gresik memasang papan putusan perdata Mahkamah Agung, Kamis (30/1/2020).

Sebab perkara perdata yang bersengketa selama 11 tahun telah dimenangkan oleh Fathoni.

Kuasa hukum Achmad Fathoni yaitu Yusten Yembormiase, mengatakan, pemasangan papan pengumuman hasil putusan perdata Mahkamah Agung (MA) diharapkan ada kejelasan sengketa lahan kepemilikan aset-aset milik Kiai Fathoni.

Pemasangan papan pengumuman itu berada di lahan kosong Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik atau samping timur Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik.

Kemudian papan pengguman lain, juga dipasang di pintu gerbang Perumahan ABR Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Gresik dan di dalam perumahan ABR.

Pemasangan putusan perdata MA itu karena perjuangan panjang, Kiai Fathoni untuk mendapatkan kembali aset-asetnya.

TERUNGKAP Mayat di Bawah Jembatan Mojokerto Ternyata Bocah Kelas 5 SD, Diduga Korban Pembunuhan

Hampir selama 11 Tahun menghadapu kasus hukum perdata dan pidana. Sejak kasus perdata di Pengadilan Negeri Gresik, sampai ke Mahkamah Agung (MA) telah diputus inkrah, sesuai putusan perdata MA, No.118PK/PDT/2019, tanggal 10 April 2019.

"Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali dari para pemohon peninjauan kembali oleh tim tergugat, yaitu Njono Budiono, Slamet Suryono, Candra Wiyogo, Soeharyanto dan lainnya," kata Yusten kepada Tribunjatim.com.

Lolos Passing Grade SKD CPNS 2019 Jangan Senang Dulu, Simak Penjelasan Kriteria Ikut Tes SKB

Hotman Paris Syok Lihat Sikap Teddy soal Warisan & Kotak Harta Lina Mantan Sule: Kamu Baik Banget?

Menurut Yusten, selama belasan tahun ini, Kiai Fathoni selaku pengembang perumahan Alam Bukit Raya (ABR), telah didholimi, sebab putusan perdata telah dimenangkan dan inkrah pada 10 April 2019. Namun, bersamaan dengan itu, menyusul putusan MA soal pidana yang dilaporkan oleh pada tergugat.

Dalam putusan pidana umum MA, Kiai Fathoni harus menjalani hukuman badan selama 2 tahun, 6 bulan.
"Seharusnya, kalau putusan perdata sudah dimenangkan semua oleh Kiai Fathoni, maka perkara pidana umum harus gugur demi hukum. Sehingga, kita sudah bersurat ke MA untuk membebaskan Kiai Fathoni," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Dari pemasangan papan pengumuman hasil putusan perkara perdata MA itu, aset-aset tanah milik Kiai Fathoni telah kembali utuh.

Seperti aset lahan perumahan ABR sekitar 23 hektar dan lahan kosong di samping Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik seluas 7 hektar.

"Aset-aset itu nilainya hampir dua triliun bisa kembali ke tangan yang berhak, yaitu Kiai Fathoni," katanya.

Yusten menegaskan bahwa pemasangan papan pengumuman hasil putusan perdata MA, atas inisiatif Ketua Umum DPP Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Mayjen TNI Purn. Djoni Lubis.

"Oleh Pak Ketum DPP Aliansi, Meyjen TNI Purnawirawan Djoni Lubis, kami diperintahkan untuk memasang papan putusan ini dan foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sehingga, tidak ada lagi sengketa lahan dan masyarakat dapat memiliki hak tanahnya kembali," katanya. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved