Kasun di Blitar ini Jadi Bandar Judi Kletek dan Tak Berkutik Saat Digerebek Petugas
warga Dusun Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar malah jadi bandar judi kletek atau sejenis judi cap jie kie.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Jadi kepala dusun (kasun), Tohari, bukannya memberikan suri tauladan yang baik terhadap warganya.
Namun, warga Dusun Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar malah jadi bandar judi kletek atau sejenis judi cap jie kie.
Itu terungkap saat ia digerebek dan sedang berjudi, di pos kampling, yang ada di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kamis (30/1) dini hari.
Ia tak sendirian, namun berjudi bersama tiga penomboknya. Namun, mereka berhasil melarikan diri saat petugas datang.
Sementara, Tohari, tak berkutik. Karena ia sebagai bandar sehingga posisi duduknya saat itu sambil memangku peralatan judi. Seperti papan yang bertuliskan angka satu sampai 12. Tak hanya peralatan judi yang diamankan, namun petugas juga mengamankan uang Rp 2,1 juta.
"Begitu ketangkap, dini hari itu dia langsung kami bawa ke polres. Dan, ia mengakui kalau jadi bandar," kata AKP Shodiq Efendi, Kasatreskrim Polres Blitar kepada Tribunjatim.com.
• 5 Fakta Biduan Dangdut Muda Nekat Buka Bra di Panggung karena Disawer, Terancam 10 Tahun Penjara
• Jorge Lorenzo Resmi Jadi Pembalap Penguji Yamaha di MotoGP
• Ari Sigit Kembalikan Uang Memiles 3.5 Miliar, Polisi Sebut Uang Tawaran Jabatan Advisor
Menurutnya, penangkapan itu karena ada informasi dari masyarakat, bahwa di pos kampling yang berada di tengah-tengah perkampungan itu sering dijadikan ajang perjudian. Katanya, itu sangat ramai orang kalau malam hari. Akhirnya, petugas melakukan penyelidikan.
Begitu diketahui sedang berlangsung perjudian, petugas menggerebeknya. Rupanya, yang jadi bandarnya, Tohari, yang rumahnya berjarak sekitar 2 km dari TKP tersebut.
"Judi kletek itu semacam judi cap jie kie. Makin banyak penomboknya, makin untung bandarnya," ujarnya kepada Tribunjatim.com.
Judi kletek itu cukup mudah karena tak usah terlalu memikir. Penombok cukup menebak atau memasang taruhan pada angka berapa. Angkanya adalah mulai satu sampai 12. Berikutnya, si bandar menggelindingkan bola sebesar bola bekel ke papan, yang bertuliskan nomer tersebut.
Di atas angka itu, dipasang sejumlah paku, dengan maksud agar bola itu menggeliinding melewati paku-paku itu. Begitu bola itu berhenti di antara angka tertentu, itu menunjukkan nomer tombokan yang keluar.(fiq/Tribunjatim.com)