FAKTA Jembatan Penghubung 2 Desa di Batu Ambrol, Baru 3 Bulan Beroperasi dan Belum Serah Terima
Jembatan dua penghubung desa di Kota Batu ambrol. Padahal baru 3 bulan beroperasi dan belum serah terima.
Penulis: Benni Indo | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Jembatan penghubung Desa Selorejo dan Gadingkulon yang ambrol dikabarkan baru saja selesai dibangun.
Ketua RW 3 Dusun Selorejo, Desa Selorejo, Suwiji mengatakan, jembatan baru beroperasi selama tiga bulan belakangan ini.
"Tiga bulan yang lalu baru selesai. Bahkan setahu saya belum serah terima," kata Suwiji, Kamis (30/1/2020).
• Tragedi Tragis Pria Nekat Lompat Jembatan Layang di Medan, Ketika Jaket Dibuka Warga Heboh & Kaget
Suwiji mendapat informasi adanya jembatan ambrol pada pukul 16.25 WIB.
Informasi itu muncul di grup WA warga.
Suwiji pun langsung ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi jembatan.
"Tidak ada korban jiwa karena sebelum terjadi ambrol, orang sudah mengetahui sehingga dibatasi," jelasnya.
Dikatakannya, jalur tersebut sangat penting bagi transportasi warga.
Jalur itu menjadi arus lalu lintas anak sekolah dan bahan pertanian.
• TERUNGKAP Mayat di Bawah Jembatan Mojokerto Ternyata Bocah Kelas 5 SD, Diduga Korban Pembunuhan
Bahkan juga termasuk jalur alternatif ke Kota Batu.
Sebelumnya memang sudah ada jembatan di kawasan tersebut.
Namun jembatannya sempit. Kemudian dibangunlah jembatan baru yang saat ini ambrol.
• FAKTA Pria Surabaya Loncat dari Jembatan Layang & Kini Meninggal, Firasat Dikuak Adik, Titip Anak
Sementara itu, arus lalu lintas yang melintasi Desa Tegalweru dan Gadingkulon direkayasa pasca jembatan ambrol.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Ahmat Taufik saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-jembatan.jpg)