Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kompii Ajak Milenial Berpikir Kritis, Soekarno, Gus Dur dan Cak Nun Jadi Potret Tokoh Patut Dicontoh

Kompii ajak milenial berpikir kritis. Soekarno, Gus Dur dan Cak Nun jadi potret tokoh patut dicontoh.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA
Sekjen Kompii Dedy Mahendra (kanan) bersama Gus Hans dalam acara Cangkrukan Sore-Sore Bersama Kompii. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komunitas Millenial Peduli Indonesia (Kompii) semakin mendapat simpati dari kalangan milenial.

Melalui berbagai acara yang digelar, Kompii berharap bisa membuat kalangan milenial berpikir konstruktif dan kritis.

Sekertaris Jenderal Kompii Dedy Mahendra mengungkapkan, satu di antara aset yang dimiliki manusia adalah pikiran.

Cangkrukan Sore-Sore Kompii Bareng Gus Hans, Potensi Health Tourism di Surabaya Perlu Dikembangkan

Oleh karena itu, Kompii ingin menjadi wadah generasi muda mengasah pikiran dan berani kritis, khususnya isu politik.

"Ini tentu sebuah proses yang panjang, nggak masalah, semua ini perjuangan. Wajah peradaban Eropa bisa berubah karena usaha kecil semacam ini di masa lalu," kata Dedy.

Kompii menyadari, keberanian berpikir kritis membuat kesadaran pemuda pada zamannya akan Kemerdekaan Indonesia bangkit.

"Generasi muda perlu meneladani Bung Karno yang berani berpikir kritis menentang politik Belanda. Hasilnya, beliau dan founding fathers bisa memerdekakan negara kita," kata Dedy.

Selain itu, keberanian berpikir juga ditunjukkan oleh Gus Dur yang sangat cerdas.

Serta berani menuangkan pemikiran kritisnya sehingga menjadi reformasi.

Lima Parpol Usung Machfud Arifin, PKS Lebih Prioritaskan Kader Internal dalam Pilwali Surabaya

Sementara itu, Sekjen Kompii itu juga termotivasi oleh pemikiran dan kiprah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang kerap melontarkan gagasan out of the box.

"Saya secara pribadi adalah pengagum Cak Nun ya, sejak lama. Beliau itu pemikir orisinil. Beliau nggak segan mengkritik siapa saja, termasuk pemerintah. Tapi semua ada argumen yang solid dan masuk akal, bukan bernuansa politis. Itu yang saya suka dari Cak Nun," ungkap Dedy.

Dedy juga mendorong generasi muda yang hadir dalam acara-acara Kompii bisa terstimulir untuk berpikir kritis demi membangun dirinya sendiri dan masyarakat.

Habib Zein Al-Kaff Dukung Machfud Arifin Jadi Wali Kota Surabaya, Sosoknya Supel dan Pekerja Keras

"Jangan terjebak pada konformisme sosial akut, yakni dorongan untuk terus mengikuti apa kata orang, tanpa sikap kritis sama sekali," imbaunya.

"Upaya kepatuhan buta telah mengakar di Indonesia, padahal belum tentu apa orang yang katakan itu mengandung akal sehat dan kebijaksanaan. Ini membuat manusia Indonesia cenderung tidak berpikir mandiri dan kritis," pungkasnya.

2 Sosok Penting di Balik Machfud Arifin Mau Maju Pilwali Surabaya, Video Dukungannya Sempat Viral

Penulis: Aqwamit Torik

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved