Polres Nganjuk Berhasil Ringkus 11 Pengedar Narkoba, Amankan 3 Gram Sabu & Ribuan Okerbaya

Akhir Bulan Januari 2020, Sebelas Tersangka Pengedar Narkoba Diringkus Satresnarkoba Polres Nganjuk

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto menunjukkan barang bukti narkoba yang diamankan dari tangan 11 tersangka pengedar di wilayah Kabupaten Nganjuk. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Akhir Januari 2020 ini, tercatat ada 11 tersangka pengedar narkotika yang berhasil diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Mereka terdiri dari lima tersangka pengedar narkotika dengan empat kasus, dan enam tersangka obat keras berbahaya (okerbaya) atau pil koplo dengan empat kasus.

Para tersangka tersebut rata-rata pekerjaanya sebagai Satpam, Sopir, Petani, Pekerja swasta, dan pengangguran.

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto menjelaskan, dari para tersangka pengedar narkotika diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 3,29 gram, dan barang bukti okerbaya sebanyak 1.124 butir pil koplo jenis double L.

Kolam Renang Gantung di Jambangan Siap Dioperasikan Bulan Depan, Gratis untuk Warga Surabaya

"Jajaran juga mengamankan bukti uang hasil penjualan narkoba dan sembilan handphone yang digunakan para tersangka untuk sarana transaksi narkoba," kata Handono Subiakto, Jumat (31/1/2020).

Dijelaskan Handono Subiakto, umumnya para pengedar narkotika dan okerbaya di wilayah Nganjuk mendapat pasokan barang dari sejumlah daerah di sekitar Kabupaten  Nganjuk.

Misalnya sabu dipasok dari wilayah Madiun, Jombang dan lainya. Demikian juga dengan okerbaya yang dipasok oleh para bandar dari Jombang dan lainya.

Gegara Virus Corona, Kapasitas Produksi Masker PT Kasa Husada Wira Jatim Ditambah 10 Persen

Ingin Pecahkan Rekor MURI, Dewan Masjid Indonesia Kota Surabaya Gelar Donor Darah di 33 Masjid

"Wilayah Nganjuk kami duga menjadi sasaran penjualan para bandar narkoba dari luar, makanya kami intensifkan pengamanan di berbagai wilayah perbatasan untuk sebisa mungkin mencegah masuknya narkoba ke Nganjuk," ucap Handono Subiakto didampingi Kasatrenaskoba Polres Nganjuk, IPTU Pujo Santoso.

Sedangkan sasaran penjualan narkoba, dikatakan Handono Subiakto, mulai dari pelajar, pemuda, pekerja, petani dan sebagainya.

Untuk itu, semua masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anggota keluarga dari jeratan peredaran narkoba.

Meski Kelebihan Pemain Asing, Bhayangkara FC Pastikan Tak akan Depak Lee Yoo Joon

"Ini yang harus disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat di Kabupaten Nganjuk akan bahayanya narkoba bagi siapapun," ucap Handono Subiakto.

Dan untuk membuat jera para tersangka pengedar narkoba di Nganjuk, ungkap Handono Subiakto, para tersangka pengedar sabu dijerat UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara dan denda hingga Rp 8 miliar.

GAMKI Gelar Rakernas di Surabaya, Dibuka Menpora dan Wakil Dubes Palestina Jadi Tamu

Rombongan Kiai & Tokoh Agama Kecelakaan di Tol Cipali, Reaksi PWNU Jatim : Semoga Diberi Kesembuhan

Sedangkan untuk para tersangka pengedar Okerbaya dijerat UI RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar.

"Kami berharap para pengedar narkoba mendapat hukuman berat di Pengadilan sehingga jera dan tidak mengulangi perbuatanya lagi," tutur Handono Subiakto.

Penulis: Achmad Amru Muiz

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved