Inilah Beberapa Penyebab Banjir Bandang di Jember

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penebangan kayu hutan diduga menjadi penyebab banjir bandang di Kabupaten Jember, Sabtu (1/2/2020).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Situasi banjir membawa material kayu di Dam Poreng Gebang Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penebangan kayu hutan diduga menjadi penyebab banjir bandang di Kabupaten Jember, Sabtu (1/2/2020).

Kebakaran hutan dan lahan pun masih terbagi menjadi dua. Karhutla karena faktor cuaca panas, dan karhutla ulah manusia alias pembakaran lahan.

"Penyebabnya bukan satu atau dua tahun ini, tapi sudah lama. Penebangan kayu hutan secara liar, serta kebakaran hutan dan lahan," ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Roqif Sugiarto kepada Surya, Minggu (2/2/2020).

Hal itu bisa dilihat dari material yang terbawa banjir bandang. Saat banjir bandang, material kayu terbawa dari atas.

"Terlihat ada kayu bekas kebakaran, juga ada kayu gelondongan. Bahkan kayunya sudah dipotong-potong," lanjut Rofiq.

Untuk memastikan di mana lokasi hutan yang kritis akibat penggundulan lahan, serta Karhutla, lanjut Rofiq, diperlukan investigasi lebih lanjut.

"Perlu dilakukan investasi, di mana titik banjirnya," lanjutnya.

Pria Jambi Mondar-mandir Gendong Mayat Anak yang Dibunuhnya, Awalnya Cekcok dengan Istri, Menyesal

PKB Kenang Almarhum Gus Sholah Sosok yang Dinamis: Acap Kali Beda Pendapat, Namun Tak Ada Dendam

Tragedi Pria NTT Datangi Selingkuhan Lalu Sembunyi di Bawah Ranjang, Endingnya Tewas, Tetap Nekat

Hujan deras di kawasan Pegunungan Argopuro pada Sabtu (1/2/2020), membuat material dari kawasan atas terbawa air. Hujan disebutkan turun sejak pukul 09.00 Wib.

Material lumpur dan kayu dibawa banjir bandang tersebut. Air sungai pun berwarna hitam pekat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyinggung perihal lahan hutan yang kritis akibat penebangan kayu secara liar dan Karhutla.

Khofifah mengatakan tujuh gunung di Jawa Timur mengalami Karhutla pada musim kemarau tahun 2019. Dampaknya akan signifikan karena berpotensi menimbulkan banjir bandang. Hal ini sudah terjadi di Pegunungan Raung yang menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Ijen, Bondowoso.

Setelahnya banjir bandang terjadi di Pegunungan Argopuro, sehingga berdampak pada warga di Kecamatan Sukorambi dan Patrang Kabupaten Jember.

Kawasan dua gunung ini mengalami Karhutla, termasuk dalam tujuh gunung, di musim kemarau lalu.

"Ketika disinyalir ada illegal logging, penebangan, kami serahkan kepada tim untuk pendalaman, investigasi. Kami berkoordinasi dengan instansi vertikal," kata Khofifah.

Khofifah mengajak semua pihak melakukan reboisasi di lahan hutan yang kritis atau gundul.

Pemprov Jatim, lanjutnya, memiliki konsep menabur benih dari udara. Penaburan benih dilakukan di kawasan pegunungan yang hutannya kritis. Seperti tujuh gunung yang mengalami Karhutla di musim kemarau tahun 2019.

Dari catatan Surya, Karhutla tahun 2019 di kawasan gunung di Jatim terjadi di Pegunungan Ijen, Raung, Argopuro, Semeru, Panderman, Arjuno dan Welirang. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved