Nenek 82 Tahun Istri Purnawirawan TNI AL Ditetapkan Sebagai Tersangka Pemalsuan Dokumen Autentik

Wanita bernama Siti Aisyah berusia 82 tahun warga Jalan Gayungsari V Surabaya merupakan tersangka kasus pemalsuan dokumen autentik.

TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Situa Aisyah (di kursi roda) saat mendatangi unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang wanita renta menggunakan kursi roda diantar dua anak dan kuasa hukumnya mendatangi Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Rabu (5/2/2020).

Wanita bernama Siti Aisyah berusia 82 tahun warga Jalan Gayungsari V Surabaya itu merupakan tersangka kasus pemalsuan dokumen autentik yang ditetapkan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Istri purnawirawan TNI AL tersebut mendatangi polrestabes untuk proses hukum selanjutnya, menjalankan tahap II, pelimpahan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Samuel Bonaparte kuasa hukum tersangka mengatakan, kliennya dijadikan tersangka dalam kasus tuduhan pemalsuan akte otentik saat mengurus kehilangan surat tanahnya.

VIRAL VIDEO Istri Rela Antar Suami Nikah Lagi, Momen Sungkem Memilukan, Jangan Jelekkan Suami Saya

Diejek Kodok Betina, Risma Jawab Tuduhan Menggiring Dukungan Siapapun untuk Membela Dirinya

ALASAN Risma Laporkan Akun Media Sosial yang Menghinanya: Salah Apa Saya Disebut Kodok?

Sindikat Pencuri dan Pembuat STNK Palsu Kendaraan Curian Dibongkar, Berawal dari Plat Nopol Palsu

Ikut Permainan Arisan Get 50, Ibu-ibu di Tulungagung Jadi Korban Penipuan Hingga Rp 50 Juta

Pria Asal Sumatera Barat Tersenyum Lega, Motornya yang Hilang Dua Bulan Lalu Telah Kembali

"Klien kami mempunyai sebidang tanah di kawasan Gayungan atas oeninggalan suaminya yang merupakan mantan pejuang pembebasan Irian Barat," terang Samuel.

Namun, surat tanah peninggalan almarhum suaminya tersebut hilang dan hanya memiliki foto copy leter C, sehingga berencana mengurus surat-surat.

"Karena hanya memiliki foto copynya saja, atas saran warga klien kami membuat laporan Polisi atas hilangnya surat tanahnya. Namun, di sini ada pihak lain yang mengakui tanhnya tersebut dan melaporkan secara pidana," tambahnya.

Lantaran terjadi sengketa, kasus tersebut masih dam proses hukum perdata dan sampai saat ini masih berjalan dan belum ada putusan pengadilan.

"Tapi hukum pidananya sudah berjalan, ini kan aneh," ujar Samuel lebih lanjut.

Samuel mengaku heran dengan langkah penyidik yang menetapkan kliennya sebagai tersangka, atas laporan kehilangan surat yang dibuat kliennya.

Mengingat Sebutan Kodok Betina yang Diberikan Zikria, Risma: Saya Tidak Ingin Orang Tua Saya Sedih

FAKTA TERBARU Kasus Bullying Siswa SMPN 16 Malang Naik ke Tahap Penyidikan

Terkait Kasus Perundungan Siswa SMPN 16 Malang, Wali Kota Sutiaji: Silakan Kalau KPAI ke Malang

"Klien kami ditetapkan sebagai tersangka atas laporan kehilangan surat tanah atas nama suaminya yang sudah meninggal, namun anehnya laporan tersebut dijadikan bukti otentik. Surat-surat belum dibuat hanya laporan Polisi. Apakah laporan itu sebagai bukti otentik ini aneh. Padahal di legalisir petok D itu atas nama suami klien saya dan sah dilegalisir. Ada," pungkasnya.

Penulis: Firman Rachmanuddin

Editor: Elma Gloria Stevani

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved