Menko PMK Jenguk Siswa Korban Bully di Malang, Singgung Pemulihan Fisik Hingga Beasiswa Pendidikan

Menko PMK Jenguk Siswa Korban Bully di Malang, Singgung Pemulihan Fisik Hingga Beasiswa Pendidikan.

Menko PMK Jenguk Siswa Korban Bully di Malang, Singgung Pemulihan Fisik Hingga Beasiswa Pendidikan
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Paman MS, Taufik saat ditemui oleh TribunJatim.com, Minggu (9/2/2020) 

Menko PMK Jenguk Siswa Korban Bully di Malang, Singgung Pemulihan Fisik Hingga Beasiswa Pendidikan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menko PMK Muhadjir Effendy datangi RS Lavalette, Kota Malang, Minggu (9/2/2020).

Menteri tersebut datang ke rumah sakit dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Zubaidah.

Para rombongan datang sekitar pukul 12.10 dan langsung memasuki Ruang Topaz, tempat dimana MS atau siswa di Malang jadi korban bully dirawat.

Paman korban Taufik mengatakan para rombongan melakukan kunjungan cukup singkat.

6 Mahasiswa UM Pulang dari Tiongkok, Dinas Kesehatan Malang Bakal Pantau Selama 14 Hari

VIRAL Kasus Siswa SMPN 16 Malang Dibully, Polresta Malang Kota Panggil Dinas Pendidikan Pekan Depan

Klenteng Eng An Kiong di Kota Malang Sajikan 2000 Lebih Lontong Cap Go Meh

"Mungkin sekitar 10 menitan saja tadi kunjungannya. Dan selama di dalam kamar, Muhadjir Effendy menanyakan tentang kondisinya MS, bagaimana pemulihan fisik dan psikisnya terus apakah ada pendampingan untuk trauma healingnya. Dan yang menjadi perhatiannya tadi adalah bagaimana untuk pendidikannya MS ke depan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Ia juga menjelaskan bahwa Muhadjir Effendy juga sempat berbincang dengan Zubaidah terkait pendidikan MS.

"Ya, mereka berdua tadi ngomong tentang masalah pendidikannya MS dan bagaimana langkah selanjutnya dari Disdikbud Kota Malang. Menteri tadi juga sempat menanyakan tentang Kartu Indonesia Pintar milik MS. Dan rencananya, Disdikbud akan memberikan beasiswa pendidikan untuk MS, tapi bentuknya seperti apa itu saya kurang tahu," terangnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kondisi psikis dari MS masih belum sepenuhnya pulih.

"Perban untuk membalut luka amputasi jari tengah juga belum dibuka oleh pihak dokter," tambahnya.

Sementara itu Taufik juga menanggapi kabar terkait rencana MS dalam waktu dekat akan segera meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumahnya.

"Iya memang ada rencana seperti itu namun belum tahu kapan jadinya. Karena masih dikondisikan oleh pihak rumah sakit dan dokter. Sehingga sampai saat ini, MS masih dirawat di rumah sakit," pungkasnya.

Penulis : Kukuh Kurniawan

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved