UPDATE Dugaan Pembunuhan Bocah SD di Bawah Jembatan Mojokerto, Polisi Periksa 10 Saksi

Kasus dugaan pembunuhan terhadap bocah laki-laki bernama Ardyo Wiliam Oktavianto warga Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto belum terungkap.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Penemuan jasad siswa SD di bawah jembatan Mojokerto diduga kuat korban pengeroyokan segerombolan pria. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kasus dugaan pembunuhan terhadap bocah laki-laki bernama Ardyo Wiliam Oktavianto (13) warga Desa Ketemas Dungus, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto sampai saat ini, Sabtu (22/2/2020) belum terungkap.

Polisi seakan kesulitan untuk mengungkap kasus yang sudah menewaskan siswa kelas IV tersebut.

Mereka berupaya menelusuri jejak pelaku pembunuh yang kini masih bebas berkeliaran.

Dio sapaan akrab korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh seorang pria yang tidak dikenal.

Jenazah korban ditemukan warga dalam kondisi kepala terbenam lumpur sungai di bawah jembatan kawasan hutan jati Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bogiek Sugiyarto menjelaskan, pihaknya berupaya terus melakukan penyidikan terkait dugaan pembunuhan terhadap bocah kelas IV SD tersebut.

"Semua informasi masih kita kumpulkan sebagai bahan penyelidikan semoga nanti ada titik terang keberadaan pelakunya," ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah saksi mulai dari kaluarga korban, pegawai kelurahan hingga masyarakat yang mengetahui korban di lokasi sudah diperiksa di Mapolresta Mojokerto.

Resmi, Suzuki XL7 Meluncur di Jawa Timur, Harga Mulai Rp 241 Jutaan, Berikut Spesifikasi Lengkapnya!

Sambil Menangis! Susilo Bambang Yudhoyono Ungkap Alasan Bangun Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan

Sebulan Beroperasi, Pelanggar E-Tilang Capai 2.000 Lebih Orang, Paling Banyak Pengendara Roda Empat

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Pembunuhan Janda Kaya Pemilik Rumah Kos di Tulungagung

Dua Gadis Surabaya Ditabrak Isuzu Panther, Satu di Antaranya Patah Tulang, Pengemudi Masih Diperiksa

Momen Risma Nobar Film Kisah Persahabatan Pendiri Muhammadiyah dan NU, Ini Pesan Sang Wali Kota

"Sudah lebih dari 10 saksi yang kami periksa sebagai bukti petunjuk penyelidikan," ungkapnya.

AKBP Bogiek Sugiyarto enggan membeberkan hasil otopsi jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian bocah laki-laki ini.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved