Penasihat Hukum Sugeng si Pemutilasi Wanita di Malang Bikin Duplik Tak Sampai Sehari: Nggak Masalah

Tim penasihat hukum terdakwa kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang Sugeng Santoso bakal membuat jawaban atas replik jaksa penuntut umum (JPU).

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Penasihat hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi, ketika diwawancarai. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim penasihat hukum terdakwa kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang Sugeng Santoso bakal membuat jawaban atas replik jaksa penuntut umum (JPU) tidak lebih dari sehari.

Sekadar informasi, Duplik adalah jawaban Tergugat atas replik dari Penggugat.

Sedangkan, Replik adalah jawaban balasan yang disampaikan oleh Penggugat atas jawaban Tergugat dalam persidangan perkara perdata.

Dalam sidang pledoi pada Rabu (19/2), jaksa meminta waktu untuk membuat tanggapan yang kembali membuat persidangan molor.

“Bagi kami nggak masalah lah. Karena waktu persidangan mepet, jadi kami yang mengalah. Membuat duplik tidak sampai sehari,” ujar Ketua Tim Penasihat Hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi, Senin (24/2/2020).

Dia mengatakan akan jadi musibah apabila vonis kepada Sugeng Santoso tidak segera dijatuhkan.

Sebab, masa penahanan Sugeng Santoso akan habis pada Maret 2020.

Polisi Bantah Adanya Percobaan Penculikan Anak di Wonokromo: Gangguan Jiwa dan Kembali ke Keluarga

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 20 Milyar untuk Pembangunan Tunnel Penghubung KBS-Terminal Joyoboyo

BREAKING NEWS Percobaan Penculikan Anak TK di Wonokromo, Wajah Pelaku Dihafal Warga, Lihat Endingnya

PENGAKUAN Anak Kos Pembunuh Janda Kaya Tulungagung, Tahu Kebiasaan Korban Pakai Emas Saat Berjualan

Pembunuh Janda Kaya di Tulungagung Sempat Mencuri Emas Korban Rp 15 Juta dan Dijual di Surabaya

IDENTITAS Wanita Diduga Penculik Anak TK di Wonokromo Terungkap, Sempat Berobat ke RSJ, Gila?

“Kalau sampai habis bisa jadi musibah karena terdakwa akan bebas padahal persidangan belum selesai,” kata dia.

Saat sidang pledoi, majelis hakim yang diketuai oleh Dina Pelita Asmara sempat mendesak agar jaksa segera membuat tanggapan dan membacakannya.

Namun akhirnya, disepakati bahwa sidang pembacaan replik dan duplik digelar pada Selasa (25/2) besok.

Sebelumnya, penasihat hukum Sugeng Santoso menyebut tuntutan penjara seumur hidup kepada pria asal Jodipan, Kota Malang itu imajinatif.

Sebabnya, hasil visum et repertum mengatakan, jasad yang ditemukan termutulasi di Pasar Besar, Kota Malang itu meninggal lebih dulu sebelum dipotong oleh Sugeng Santoso.

Penyebab meninggalnya perempuan yang tidak diketahui ini diduga karena penyakit kronis.

Penulis: Aminatus Sofya

Editor: Elma Gloria Stevani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved