Breaking News:

Kalah Eksis, Sopir Angkot Terminal Joyoboyo Pilih Bertahan

Dioperasikan dengan wajah baru pada Akhir Tahun 2019 lalu, Terminal Joyoboyo tampak megah didukung dengan beragam fasilitas.

Penulis: Mayang Essa | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Kondisi Terminal Joyoboyo dengan fasilitas memadai, Surabaya, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dioperasikan dengan wajah baru pada Akhir Tahun 2019 lalu, Terminal Joyoboyo tampak megah didukung dengan beragam fasilitas. 

Kendati demikian, Terminal Intermoda Joyoboyo tampaknya kurang diminati oleh beberapa pengguna jasa angkutan umum ini. 

Hal ini diakui oleh beberapa sopir angkot yang mengoperasikan moda transportasi umumnya di Terminal Joyoboyo.

Stafsus Menko Perekonomian Jamin Omnibus Law RUU Cipta Kerja Tak Korbankan Upah Buruh

Buku Diary Gadis SMP Bongkar Kisah Pilu, Mawar Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun, Dibiarkan Sang Ibu

Pasca Hujan Lebat, Warga Gotong Royong Bersihkan Material Plengsengan Sungai Brantas yang Amblas

Plengsengan di Jalan Muharto Kota Malang Kembali Amblas, Ketua RT Bakal Bangun Kamar Mandi Darurat

7 Bulan Manipulasi Aplikasi Ojol, Raup Untung Cashback Pakai 8.850 SIM Card dan Puluhan Akun Palsu

Tewaskan Pengendara Motor, PT KAI Daop 8 Surabaya Tutup Perlintasan Liar di Kota Malang

“Sepi penumpang, karena moda transportasi umum seperti bus kota dan angkot tidak semuanya masuk. Terbatas jumlahnya dan hanya surabaya bus yang boleh masuk,” ungkap Sukamto, Jumat (28/2/2020). 

Sukamto menambahkan, sepi penumpang diakibatkan pula oleh banyaknya kendaraan umum yang tidak masuk ke dalam Terminal Joyoboyo

Sehingga penumpang memilih untuk menjangkau yang lebih mudah.

Siti misalnya, penumpang yang akan menggunakan moda transportasi umum menuju Jalan Raya Menur, Surabaya

“Untuk fasilitas Terminal Joyoboyo makin teratur, tapi untuk jangkauan lokasi agak susah,” paparnya. 

Kurangnya minat pengguna jasa angkutan umum di Kota Surabaya rupanya tetap membuat para sopir angkot ini bertahan. 

“Memang angkot kalah eksis dibanding moda transportasi online, tapi buktinya masih ada yang tetap memakai,” ungkap Sukamto. 

Lanjutnya, dalam kondisi apapun moda transportasi umum seperti angkot harus tetap beroperasi. 

Penulis: Mayang Essa

Editor: Elma Gloria Stevani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved