Perahu Tenggelam di Sungai Brantas

Khofifah Menyayangkan Insiden Perahu Tenggelam di Sungai Brantas Jombang: Seharusnya Tak Beroperasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyayangkan tragedi terbaliknya perahu tambang di sungai Brantas.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah saat hadir di acara Muspimda PMII di Pendopo Kabupaten Lumajang, Minggu (1/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyayangkan tragedi terbaliknya perahu tambang di sungai Brantas Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatannya Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Minggu (1/3/2020).

Sebagaimana diketahui, terbaliknya perahu penyeberangan menyebabkan enam orang korban tenggelam. Dua korban diantaranya berhasil selamat, dan empat orang lainnya masih hilang lantaran hanyut terseret arus sungai.

Dikatakan Khofifah yang disayangkan dari peristiwa tersebut adalah masih beroperasinya perahu tambang setelah matahari terbenam.

"Kalau di sungai Kapuas itu, perahu jam 16.00 WIB saja sudah setop. Matahari terbenam sudah tidak bisa dioperasikan lagi, demi keselamatan," kata Khofifah Indar Parawansa.

Belanja di Toko Swalayan Nganjuk, Suparmi Lupa Cabut Kunci, Motor Honda Vario Raib Digondol Maling

Warga Keluhkan Kontainer Sampah yang Rusak, DLH Tulungagung Butuh Kontainer Tambahan

PENGAKUAN Korban Selamat Perahu Tenggelam di Sungai Brantas, Ini Cara Fery Bertahan di Permukaan Air

Cerita Istri Korban Perahu Tenggelam di Sungai Brantas Jombang: Lemas Dengar Perahu Suaminya Hanyut

Perahu Terbalik di Sungai Brantas, 4 Orang Hilang, Pencarian Korban Terkendala Pusaran Arus Deras

Pencarian Korban Perahu Penyeberangan Terbalik di Sungai Brantas Diperluas hingga Radius 16 Km

Oleh karena itu, begitu mendapatkan laporan kronologi kejadian perahu terbalik dan menyebabkan korban hilang, Khofifah Indar Parawansa kaget lantaran perahu tambang masih beroperasi pukul 22.00 WIB pada saat kejadian tersebut.

Menurut Khofifah Indar Parawansa hal tersebut tidak terjadi.

Pasalnya, jika memperhatikan keamanan dalam pengoperasian perahi tambang, seharusnya di waktu tersebut perahu sudah tidak jalan.

"Maka SOP nya dulu lah yang dibereskan. Kalau jam segitu harusnya sudah nggak boleh lah. Karena kan kalau malam, kalau gelap nggak bisa terlihat kalau ada yang tersangkut, entah itu plastik, atau sampah plastik," katanya.

Sehingga jika ada kerusakan mesin ataupun kendala teknis tentu penanganan saat hari masih terang juga lebih mudah dan lebih aman.

Khofifah Indar Parawansa meminta agar warga juga memperhatikan sisi keamanan dari operasional perahu tambang.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved