Paguyuban Cinta Damai Akan Laporkan Kembali Petinggi Sipoa ke Polda Jatim

Setahun berlalu pada Maret 2019, sejak dijanjikan pengembalian ganti rugi atas pembelian apartemen Sipoa, Agus Gunawan dan kawan-kawan geram.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ketua PCD dan kuasanya saat menggelar konferensi pers di wilayah Tegalsari Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setahun berlalu pada Maret 2019, sejak dijanjikan refund atau pengembalian ganti rugi atas pembelian apartemen Sipoa, Agus Gunawan dan kawan-kawan geram.

Pasalnya, sampai saat ini pihaknya diberikan harapan palsu oleh direksi Sipoa. 

Agus ketua Paguyuban Cinta Damai (PCD), satu di antara enam paguyuban korban Sipoa berencana akan melapor hal ini ke Ditreskrimsus Polda Jatim dengan laporan pencucian uang.

Kerugian yang diderita oleh mereka mencapai Rp 8,1 miliar

Bersama perwakilan paguyuban saat itu, Agus merasa optimis, lantaran Aris Bhirawa salah satu direksi dari Sipoa menemui mereka di rumah makan di Surabaya. 

Promotor Musik Emiles Enterprise Ajak Masyarakat Jawa Timur Dukung Tiara Menang Indonesia Idol 2020

Pemkot Malang Target Mal Pelayanan Publik di Lantai 4 Mal Alun-Alun Beroperasi Pada Agustus 2020

Netizen Keluhkan Rusaknya Jalan Pantura Tuban, Pemerintah Turun Tangan Atasi Jalan Rusak

Pelaku Pencurian Gasak Laptop hingga Uang Rp 500 Ribu di Ruang Tamu saat Korbannya Terlelap Tidur

Perahu Terbalik di Sungai Brantas, 4 Orang Hilang, Pencarian Korban Terkendala Pusaran Arus Deras

Sikap Ratusan Calon Jemaah di Lamongan Setelah Arab Saudi Setop Sementara Umrah

"Optimis karena Aris ini mengundang beberapa paguyuban juga. Dia bersama kuasa hukumnya Edi Sumarsono menjanjikan akan mengembalikan seluruh kerugian tepat sebulan sebelum Pilpres 2019," kata Agus, Minggu, (1/3/2020). 

Sebagai jaminan dan meyakinkan perwakilan paguyuban itu, lanjut Agus, pihak Aris memberikan jaminan fidusia.

Menurut Agus dan kuasa hukumnya Rahmad Ramadhan Machfoed jaminan itu tidak konkrit. 

"Karena hanya sebatas catatan dari kemenkumham," kata Rahmad sembari menunjukkan jaminan itu saat menggelar konferensi pers di wilayah Tegalsari, Surabaya. 

Atas dasar itu di awal Maret ini pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Polda Jatim.

Ia menyebutkan laporan ini merupakan proses hukum jilid II. 

"Nanti kami akan ajukan dua gugatan baik itu pidana maupun perdata," terangnya. 

Anggota Brimob yang Gugur Akan Dimakamkan di TMP Trenggalek, Wakapolda: Gigih Cegah KKB di Papua

Anggota Brimob Tewas Seusai Baku Tembak dengan KKB di Papua, Wagub Emil: Inspirator Nasionalisme

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2020, Wali Kota dan Wawali Sikat Trotoar Alun-Alun Merdeka

Bukan tanpa alasan, Rahmad mengaku, pelaporan ini dilayangkan lantaran tak ada tanggapan dari pihak Sipoa setelah mengirimkan tiga kali surat somasi. 

Tak hanya itu, perwakilan dari para paguyuban itu pun sudah tak bisa menghubungi lagi dengan direksi termasuk Aris Bhirawa. "Karena nomor saya telah diblokir," tandas Agus. 

Penulis: Samsul Arifin

Editor: Elma Gloria Stevani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved