Polisi Gresik Tutup Warkop & Ciduk 5 Wanita Cantik, Kepergok Patok Tarif Kencan Singkat Rp 100 Ribu

Polisi bersama pihak Kecamatan dan Puskemas di Kecamatan Panceng Gresik terjun menutup sejumlah warung kopi (warkop) yang menyediakan jasa prostitusi.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kapolsek Panceng, Kompol Darsuki memimpin razia menutup warung kopi berkedok prostitusi di Kecamatan Panceng, Kamis (12/3/2020). 

Polisi Gresik Tutup Warkop & Ciduk 5 Wanita Cantik, Kepergok Patok Tarif Kencan Singkat Rp 100 Ribu

TRIBUNGRESIK.COM, PANCENG - Polisi bersama pihak Kecamatan dan Puskemas di Kecamatan Panceng Gresik terjun menutup sejumlah warung kopi (warkop) yang menyediakan jasa prostitusi.

Kapolsek Panceng Kompol Darsuki mengatakan langkah ini diambil sebagai upaya menanggapi keresahan masyarakat terkait adanya dugaan praktek prostitusi di wilayah Panceng.

Pihaknya menggandeng pihak Puskesmas dan Kecamatan bahkan Kepala Desa. Sebab, dugaan praktek prostitusi di Panceng banyak berdiri di kawasan sekitar hutan Panceng, Desa Wontasari dan Jalan Raya Deandels di Kecamatan Panceng.

Seusai Berhubungan Badan, Pria di Gresik Ini Menghabisi Kekasih Gelapnya Dengan Bantal

Warung Nasi di Gresik Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya Berobat di RS, Barang Hangus Terbakar

Senam Cuci Tangan Awali Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Gresik

"Langsung kita tutup ada enam warung, lima wanita kita amankan," ujarnya, Jum'at (13/3/2020).

Nah, dari lima wanita penghibur atau PSK itu dua diantaranya berasal dari wilayah Gresik. Sedangkan lainnya ada yang berasal dari Blora, Jawa Tengah dan Lamongan. Paling tua berumur 48 tahun sedangkan yang paling muda berusia 17 tahun.

"Hasil pemeriksaan laboratorium dari Puskesmas belum keluar. Nanti kalau ada yang terindikasi terinfeksi penyakit. Akan ditindak lanjuti perawatan lebih lanjut," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Panceng, Yono mengaku sangat mendukung pelaksanaan ini. Karena disamping sebagai upaya menanggapi permasalahan terkait adanya dugaan praktek prostitusi di wilayah Panceng.

"Selain itu juga untuk menertibkan warung kopi serta pendataan kelengkapan administrasi kependudukan seperti KTP atau KK karena disinyalir kebanyakan dari mereka merupakan warga pendatang," papar dia.

Dokter spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK) Puskemas Panceng, dr Nur Faidah ikut dalam razia ini, mengatakan ada warga Panceng yang menderita penyakit kelamin hingga HIV dan sebagian dari mereka telah meninggal dunia, bahkan penyakit tersebut ditularkan kepada anggota keluarga yang lain, terutama istri penderita.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved